Petani Tua Wakafkan Tanah untuk Sekolah yang Gurunya Digaji Rp 1.000 Per Hari

Kompas.com - 12/01/2018, 15:44 WIB
Kondisi sekolah di MTs Zikir Pikir, Desa Tik Teleu, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Kondisi sekolah di MTs Zikir Pikir, Desa Tik Teleu, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

BENGKULU,KOMPAS.com - Madrasah Tsanawiyah (MTs) Zikir Pikir di Desa Tik Teleu, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan pemerintah daerah dan nasional.

Madrasah yang dibangun secara swadaya oleh pemuda setempat dan hanya mampu menggaji gurunya Rp 1.000 per hari itu ramai dikunjungi pejabat daerah dalam beberapa hari terakhir.

Samidi (85), seorang petani desa setempat diketahui telah mewakafkan sebidang tanah berukuran 60 x 80 meter guna pembangunan sekolah sejak 2012.

"Saya bersama istri telah hibahkan tanah itu untuk pembangunan MTs. Kalau sekolahnya berkembang, tanah lainnya akan saya hibahkan juga," kata Samidi, Jumat (12/1/2018).

Samidi mengaku hibahkan tanah karena prihatin jumlah sekolah agama dan SLTP di daerahnya kurang.

"Sekolah masih kurang selama puluhan tahun, daerah ini merasa rugi karena banyak anak tidak bisa sekolah," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, dengan mewakafkan tanah untuk pendidikan, ia berharap bisa menjadi amal jariah untuk keluarganya.

Baca juga : Kisah Guru-guru Bergaji Rp 1.000 Per Hari di Bengkulu

Pemberian wakaf tersebut dibenarkan oleh Kepala MTs Zikir Pikir, Sukamdani. Menurutnya, tanah wakaf itu saat ini belum dimanfaatkan karena tidak ada biaya untuk membangun gedung sekolah.

"Mudah-mudahan ada jalan agar gedung sekolah bisa dibangun di tanah itu. Saat ini sekolah masih menumpang di gedung milik desa," demikian Sukamdani.



EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional
Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Regional

Close Ads X