15 Pasangan Bakal Calon Siap Bertarung pada Pilkada Sultra, Ini Daftarnya - Kompas.com

15 Pasangan Bakal Calon Siap Bertarung pada Pilkada Sultra, Ini Daftarnya

Kompas.com - 12/01/2018, 08:52 WIB
KPU dan Bawaslu Sultra menggelar rapat penutupan tahapan pendaftaran pasangan bakal calon peserta Pilkada Serentak 2018 di KPU Sultra, Kamis dini hari.KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI KPU dan Bawaslu Sultra menggelar rapat penutupan tahapan pendaftaran pasangan bakal calon peserta Pilkada Serentak 2018 di KPU Sultra, Kamis dini hari.

KENDARI, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi dan tiga kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima 15 pasangan bakal calon yang mendaftar pada Pilkada Serentak 2018. Tiga pasangan mendaftar untuk Pilkada Sultra, sisanya yaitu 12 pasangan mendaftar di tiga kabupaten/kota.

Pendaftaran bakal calon ditutup pada Kamis (11/1/2018) pukul 00.02 Wita sejak dibuka dari tanggal 8 hingga 10 Januari 2018.

Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengatakan, 15 pasangan calon gubernur, bupati, dan wali kota resmi mendaftar dan dianggap memenuhi syarat untuk melaju ke tahap pemeriksaan kesehatan.

Selanjutnya akan dilakukan penelitian dokumen bakal pasangan calon dan mengumumkan dokumen melalui laman situs web KPU Sultra. Hasil dari penelitian dokumen tersebut akan ditindaklanjuti kepada bakal pasangan balon bila terdapat perbaikan dokumen syarat calon.

"Tentu seluruh rangkaian tahapan itu tetap dalam koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Sultra," ungkap Hidayatullah dalam keterangan pers di Kendari, Kamis.

Baca juga: KPU Sultra Coret Dukungan PPP dan PKB ke Paslon Asrun-Hugua

KPU Sultra menerima pendaftaran tiga pasangan balon yang akan bertarung pada Pilkada Sultra. Pertama, yakni Asrun-Hugua yang diusung lima partai politik, yaitu PAN, PDI-P, PKS, Gerindra, dan Hanura. Total ada26 kursi di DPRD.

Kedua, yaitu Rusda Mahmud- LM Sjafei Kahar yang diusung Partai Demokrat, PPP, dan PKB. Total memiliki sembilan kursi di DPRD Sultra. Selanjutnya, Ali Mazi-Lukman dan Abunawas yang diusung dua partai, yakni Golkar dan Nasdem, dengan total 10 kursi.

Adapun pada Pilkada Kota Baubau, ada enam pasangan balon yang mendaftar di KPU Baubau, yaitu Yusran Fahim-Ahmad (Demokrat, PPP, dan PKS), Roslina Rahim-La Ode Yasin (Hanura dan PKB).

Lalu, Wa Ode Maasra Manarfa-Ihksan Ismail (PBB dan Gerindra), wali kota petahana AS Tamrin- La Ode Ahmad Monianse (PAN, Nasdem, Golkar, dan PDI-P). Sedangkan dua pasangan balon wali kota Bau-Bau mendaftar dengan jalur independen atau perseorangan. Mereka adalah Nur Salam dan Nurman Dani dan Ibrahim Marsela berpasangan dengan Ilyas.

KPU Kabupaten Konawe empat pasangan balon, yakni Bupati petahana Kerry Saiful Konggoasa-Gusli Topan Sabara (PAN, Nasdem, Gerindra) dan Litanto-Murni Tombili (PDI-P, Demokrat, dan PKB).

Kemudian, pasangan balon Irawan Laliasa-Adi Jaya Putra (Golkar,PKS, dan PBB) dan Muliati Saiman-Mansur maju dengan jalur independen.

Untuk Kolaka, ada dua pasangan calon, yakni Asmani Arief-Syahrul Beddu (Golkar dan PKS) dan bupati petahana Ahmad Safei- Muh Jayadin (PAN, Gerindra, PDI-P, Hanura, PPP, Demokrat, Nasdem, PKB, PBB, dan PKPI).


Kompas TV Pelaksanaan Pilkada Serentak hampir dipastikan melibatkan praktik politik uang.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X