Dua Kader NU Maju pada Pilkada Jateng, NU Solo Konsolidasi dengan Kiai - Kompas.com

Dua Kader NU Maju pada Pilkada Jateng, NU Solo Konsolidasi dengan Kiai

Kompas.com - 12/01/2018, 07:19 WIB
Pemilihan Gubernur Jateng - Baliho sosialisasi pemilihan Gubernur Jawa Tengah menghiasi Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu (19/12/2017). Sampai saat ini sejumlah partai politik masih melakukan konsolidasi untuk mengajukan calon mereka sebagai Gubernur Jawa Tengah pada 27 Juni 2018.KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Pemilihan Gubernur Jateng - Baliho sosialisasi pemilihan Gubernur Jawa Tengah menghiasi Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu (19/12/2017). Sampai saat ini sejumlah partai politik masih melakukan konsolidasi untuk mengajukan calon mereka sebagai Gubernur Jawa Tengah pada 27 Juni 2018.

 

SOLO, KOMPAS.com - Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Solo, Jawa Tengah, tak ingin tergesa-gesa menentukan calon pemimpin yang akan dipilih dalam pesta demokrasi lima tahunan Pilkada Serentak 2018, Juni mendatang.

Sebab, dua kader NU, yakni Taj Yasin Maimun alias Gus Yasin, putra ulama karismatik asal Rembang, KH Maimun Zubair, dan Ida Fauziah maju sebagai calon wakil gubernur pada Pilkada Jawa Tengah kali ini.

Taj Yasin mendampingi Ganjar Pranowo dengan diusung empat partai, yaitu PDI-P, Demokrat, PPP, dan Nasdem. Sedangkan Ida Fauziah mendampingi Sudirman Said diusung PKB, Gerindra, PKS, dan PAN.

"Kami akan konsolidasi dengan para sesepuh kiai dan pengurus NU seperti apa nanti hasilnya, karena dua kader NU maju di Pilkada Serentak 2018," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Solo, Ahmad Helmy Sakdilah, kepada wartawan di Solo, Kamis (11/1/2018).

Baca juga: Pilkada Jateng, Ganjar Pranowo Head to Head dengan Sudirman Said

Hasil dari konsolidasi dengan para sesepuh kiai, kata Helmy, akan dijadikan sebagai acuan (dasar) warga NU dalam menentukan pilihan pemimpin. Helmy menyatakan, kedua kader NU yang maju pada Pilkada Jawa Tengah dekat dengan warga NU.

Helmy menerangkan bahwa NU tidak berpolitik praktis, tetapi ingin menentukan pemimpin yang ideal dan sesuai dengan kriteria warga NU.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo Subari menambahkan, Muhammadiyah mempersilakan warganya untuk menentukan siapa calon pemimpin yang akan mereka pilih pada Pilkada Jawa Tengah.

"Bagi Muhammadiyah, pemimpin terpilih amanah dan menjalankan tugasnya dengan baik," ujar Subari.


Kompas TV Petahana Ganjar Pranowo ditantang Sudirman Said.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X