Sakit Hati Kerap Dimarahi, Seorang Pekerja Bantai Keluarga Majikannya

Kompas.com - 11/01/2018, 21:22 WIB
Ridwan (22) tersangka pembunuhan satu keluarga di Gampong Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh berhasil dibekuk saat melarikan diri di Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. KOMPAS.com/ RAJA UMARRidwan (22) tersangka pembunuhan satu keluarga di Gampong Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh berhasil dibekuk saat melarikan diri di Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara.
|
EditorReni Susanti

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh bekerjasama dengan tim Jatanras Polda Sumatera Utara, Medan membekuk Ridwan (22), terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga.

Ridwan diduga membunuh suami, istri, dan satu orang anak yang masih berusia tujuh tahun di kediaman korban, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Korban diketahui merupakan majikan tersangka.

“Pelaku berhasil dibekuk setelah tim Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh bekerja sama dengan Jatanras Polda Sumatera Utara, Medan saat melarikan diri,” kata Kombespol Misbah, Kabid Humas Polda Aceh, kepada wartawan, Kamis (11/01/18).

Menurut Misbah, jejak pelarian pelaku mulai terendus sejak Senin (8/1/2018). Tim menelusuri jejak pelaku dari mulai Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, dan akhirnya dihentikan saat tersangka berada di Bandara Internasional Kuala Namu, Medan, Rabu (10/01/18) petang.

(Baca juga : Pelaku Ungkap Alasan Bunuh Satu Keluarga di Jombang)

“Jejak pelarian pelaku sudah terdeteksi oleh tim Satuan Reskrim sejak awal kasus pembantaian itu terungkap. Karena tersangka melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor dan hp milik korban, tadi pagi langsung kita bawa pulang dari Bandara Kuala Namu dengan menggunkan pesawat ke Banda Aceh”, katanya.

Misbah menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan keji terhadap satu keluarga itu terjadi lantaran pelaku sakit hati dan dendam. Korban yang merupakan majikannya kerap memarahi saat bekerja.

“Pelaku merupakan salah satu pekerja pada toko kelontong milik korban. Pengakuan sementara, pelaku tega menghabisi majikannya sekeluarga lantaran sakit hati karena sering dimarahi korban," jelasnya.

Satu keluarga yang tewas dibantai oleh pekerjanya sendiri di antaranya, Tjie Sun (46), Minarni (40), dan Callietosng (7) warga Desa Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

“Diduga korban dibunuh sejak Jum’at (5/1/2018). Namun pembunuhan itu terungkap pada Senin (8/1/2018) karena kondisi tubuh korban mulai bau dan membusuk,” ucapnya.

Tersangka kini ditahan di Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan intensif. Ridwan dijerat pasal berlapis 360 dan 365 tentang Pembunuhan dan Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya seumur hidup. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X