Tim Gabungan Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Etiopia

Kompas.com - 11/01/2018, 18:45 WIB
Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Keperi, Bea dan Cukai Tpe B Batam, Avsec Bandara Hang Nadim dan Pos Indonesia berhasil memutus mata rantai penyelundupan narkotika golongan satu jenis Cathinone sebanyak 55 Kg. KOMPAS.COM/ HADI MAULANATim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Keperi, Bea dan Cukai Tpe B Batam, Avsec Bandara Hang Nadim dan Pos Indonesia berhasil memutus mata rantai penyelundupan narkotika golongan satu jenis Cathinone sebanyak 55 Kg.
|
EditorFarid Assifa

BATAM, KOMPAS.com — Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Keperi, Bea dan Cukai Tipe B Batam, Avsec Bandara Hang Nadim, dan Pos Indonesia berhasil memutus mata rantai penyelundupan narkotika golongan satu jenis cathinone sebanyak 55 kilogram.

Terungkapnya kasus ini berkat kecurigaan petugas Bea dan Cukai terhadap barang yang dikemas rapi di dalam beberapa kardus bertuliskan "Daun Teh dan Bahan Pembuatan Kue". Sebelumnya, cathinone ini sempat tertahan di Batam.

Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes K Yani Sudarto mengatakan, alur perjalanan barang haram ini terbilang panjang. Dari tempat awal dipesan, yakni Etiopia, barang haram ini kemudian dibawa ke India, lalu Thailand, Jakarta, dan tiba di Batam.

"Tujuan akhir barang haram ini akan dikirimkan ke Malaysia, tetapi di Batam barang ini dikirimkan ke Yatrik Faradiba di kompleks Cipta Puri Blok J, No 16 RT 002 RW 009, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, selanjutnya baru diteruskan ke Malaysia," kata K Yani, Kamis (11/1/2018).

Yani mengungkapkan, pengiriman cathinone bukanlah pengiriman kali pertama. Sebab, berdasarkan data dari Kantor Pos, pengiriman ini merupakan yang ke-12 kali dari Etiopia.

"Yatrik Faradiba berhasil diamankan, Senin (8/1/2018) kemarin. Yatrik diamankan saat akan mengambil barang haram itu di Kantor Pos dan mengirim barang haram ini ke Malaysia dengan bayaran RM 1.500," ungkap Yani.

Baca juga: Cegah Penyelundupan Narkoba, Penumpang di Bandara Batam Harus Lepas Sepatu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala KPU Bea Cukai Tipe B Batam Susila Barata mengatakan, untuk meloloskan aksinya itu, Yatrik Faradiba mengelabui petugas pemeriksaan dengan membuat laporan bahwa barang tersebut adalah bahan baku pembuatan kue dan daun teh. Namun, setelah diperiksa, ternyata barang haram ini adalah cathinone yang diperuntukan bagi komunitas Arab yang ada di Malaysia.

"Kecurigaan kedua, Yatrik Faradiba ternyata menggunakan alamat fiktif karena barang haram ini tidak sempat diantarkan ke alamat sesuai dengan yang sudah dituliskan, melainkan diambil pelaku langsung ke Kantor Pos dan selanjutnya dikirimkan ke Malaysia," ujar Susila Brata.

Seperti diketahui, cathinone ini juga dilarang di beberapa negara, seperti Amerika, Kanada, Australia, Jerman, Polandia, Irlandia, dan Perancis. Efek yang ditimbulkan ketika mengonsumsi barang ini dalam jangka panjang adalah depresi berat, halusinasi, susah tidur, dan gangguan jiwa berat.

Baca juga: Polda Jabar Musnahkan Narkoba Senilai Rp 11 Miliar

Efek yang berbahaya ini menjadi alasan kenapa tumbuhan yang subur di daerah tropis seperti Indonesia ini dikategorikan narkotika. Pelarangan ini sendiri tertuang dalam lampiran Undang-Undang No 35 Tahun 2009.

Ditambahkan Yani, untuk cara konsumsinya, cathinone ini bisa digunakan dengan dikunyah seperti sirih, dihirup, bahkan ada yang disuntik dengan terlebih dulu dilarutkan di dalam air.

Kompas TV Sherly Djou ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.