Kompas.com - 10/01/2018, 21:31 WIB
Pasangan calon Pilkada Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi saat mendaftar ke KPU Kota Malang, Rabu (10/1/2018). KOMPAS.com/Andi HartikPasangan calon Pilkada Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi saat mendaftar ke KPU Kota Malang, Rabu (10/1/2018).
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menggagalkan posisi Partai Nasdem sebagai partai pengusung pasangan calon Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi (Menawan) dalam Pilkada Kota Malang, Rabu (10/1/2018).

Sebab, saat proses pendaftaran berlangsung, Ketua dan Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Malang, M Fadli dan Bambang Suryanto, absen tanpa keterangan.

Padahal, KPU mensyaratkan kehadiran ketua dan sekretaris semua partai pengusung saat proses pendaftaran pasangan calon berlangsung. Akibat kejadian itu, Partai Nasdem berstatus hanya menjadi partai pendukung.

"Partai Nasdem tidak bisa memenuhi prasyarat untuk menghadirkan pengurus di tempat pendaftaran, sehingga tidak dimasukkan dalam daftar pengusul terkait dengan pasangan calon Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi," kata Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husen.

(Baca juga : Pilkada Kota Malang, Pasangan Calon Belum Miliki Visi Misi dan LHKPN )

Meski demikian, gagalnya Partai Nasdem menjadi partai pengusung tidak memengarugi proses pendaftaran pasangan tersebut. Sebab, kursi empat partai pengusung yakni PDI Perjuangan, Partai Hanura, PAN, dan PPP, mencukupi.

Sementara itu, Ya'qud Ananda Gudban mengatakan, ada proses yang belum dipahami sehingga Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang, M Fadli absen saat pendaftaran berlangsung.

"Mungkin tidak punya pemahaman proses yang benar. Karena tadi Mas Fadli masih hadir, dikira setelah tanda tangan selesai, akhirnya beliau berangkat ke Jakarta," tuturnya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Nasdem Kota Malang, Sunarto Abbas mengatakan, ketuanya tidak bisa hadir karena harus menghadiri agenda DPRD Kota Malang di Jakarta. Sementara sekretarisnya sedang menjalankan ibadah umrah.

Meski begitu, Abbas memastikan, partainya tetap solid mendukung pasangan Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi meski tidak berstatus sebagai partai pengusung.

(Baca juga : Pilkada Kota Malang, Dua Pasangan Calon Walikota Siap Bersaing )

Seperti diketahui, sudah ada dua pasangan calon Pilkada Kota Malang yang mendaftar ke KPU Kota Malang. Pasangan pertama, M Anton-Syamsul Mahmud (Asik) yang diusung PKB, PKS, Partai Gerindra, dan didukung Perindo.

Kedua, pasangan Yaqud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi (Menawan) yang diusung PDI Perjuangan, Partai Hanura, PAN, PPP, dan didukung Partai Nasdem.

Pasangan calon Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE) yang diusung Partai Demokrat dan Golkar dijadwalkan juga akan mendaftar di hari ini.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X