Sopir Truk di Sumedang Dibunuh gara-gara Tolak Kasih Rokok dan Duit

Kompas.com - 10/01/2018, 12:36 WIB
Petugas inafis sedang melakukan olah TKP penemuan mayat dengan luka-luka di pinggir Jalan Raya Bandung - Garut, Dusun Warung Cina, Rt 03/03 Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, Kamis (4/1/2018). Foto Humas Polda Jabar Petugas inafis sedang melakukan olah TKP penemuan mayat dengan luka-luka di pinggir Jalan Raya Bandung - Garut, Dusun Warung Cina, Rt 03/03 Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, Kamis (4/1/2018).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com – Lima pelaku pembunuhan sadis terhadap sopir truk semen bernama Candra di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditangkap. 

Kelima pelaku adalah Risnaya Zuk Gifar (24), Juliana alias Juli (30), Hilman Nur Alim (19), Arista Yudistira alias Aris (21), dan Heru Hadi Kusuma (25). Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku membunuh korban karena tidak memberi rokok dan uang yang mereka minta.

Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata menjelaskan, peristiwa pembunuhan ini berawal saat lima pelaku sedang berkumpul di Kampung Pagadegan, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, dengan maksud untuk membalas dendam ke warga Kampung Haurgapur.

Mereka lantas berangkat dengan menggunakan kendaraan mobil merk Suzuki Esteem berwarna putih lengkap dengan membawa senjata tajam jenis golok, pedang, sangkur, dan pemukul.

“Namun saat berkendara di Jalan, pelaku tidak menemukan orang yang dicari,” kata Hari yang dihubungi Rabu (10/1/2017).

(Baca juga: Mayat di Sumedang adalah Sopir Truk Korban Penganiayaan Orang Tak Dikenal)

Mereka lalu tiba di wilayah Kampung Warung Cina, Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Saat mobil yang dikendarai pelaku bernama Risnaya berhenti, pelaku bernama Heru dan Hilman kemudian turun dari mobil untuk meminta nasi goreng.

Risnaya lalu ikut masuk ke dalam tempat berjualan nasi goreng dan melihat korban Candra baru saja selesai makan nasi goreng. Risnaya pun meminta rokok dan uang kepada korban.

“Namun oleh korban tidak diberi sehingga Risnaya marah dan menodongkan goloknya, lalu pelaku Heru membacok korban dengan menggunakan golok,” kata Hari.

Korban yang sudah dibacok mencoba melarikan diri. Namun pelaku Hilman menjambak rambut korban yang kemudian diikuti sabitan golok oleh pelaku Risnaya ke arah korban.

“Korban berusaha melarikan diri namun kemudian dikejar oleh kelima pelaku. Setelah kurang lebih 200 meter di tempat awal yaitu tempat nasi goreng, korban kemudian dipukuli dan dibacok oleh pelaku hingga terkapar dan meninggal dunia,” katanya.

Para pelaku kemudian meninggalkan korban yang terkapar hingga tewas.

Menurut Hari, para pelaku ditangkap pada waktu yang berbeda. Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah golok, satu buah golok ukuran pendek, satu buah golok panjang, satu buah bambu haurkuning, dua buah topi, satu buah jaket, satu buah celana pendek jeans, satu unit mobil merek Suzuki Esteem, satu celana panjang jeans milik korban dan satu kaus warna biru milik korban.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X