Kompas.com - 09/01/2018, 19:55 WIB
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com — Polisi meragukan keterangan tersangka F, pembuat video mesum yang melibatkan anak dan wanita dewasa. F mengaku menjual video porno buatannya kepada warga negara asing (WNA) asal Rusia, Belanda, dan Kanada. 

Dalam keterangannya kepada polisi, F mengaku membuat video porno berdasarkan permintaan WNA itu dengan imbalan sejumlah uang. Tersangka kemudian mengirim video asusila itu melalui aplikasi Telegram. 

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana meragukan keterangan tersangka. Polisi menduga video dijual di Indonesia. 

"Dijual ke warga asing itu kan baru pengakuan tahap pertama dia saja, tetapi nanti dibuktikan di penyidikan," ujar Umar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (9/1/2018).

(Baca juga: Pengakuan Tersangka, Video Mesum yang Libatkan Anak Permintaan Warga Rusia dan Kanada)

Keraguan polisi semakin kuat saat tersangka F mengaku dibayar menggunakan bitcoin. Namun, ketika polisi bertanya nomor e-wallet, F tidak paham dengan hal itu. 

"Ketika kita tanya nomor e-wallet-nya berapa, dia malah tidak mengerti. Berarti ini ada noise apa yang dimunculkan dari pengakuannya enggak sesuai," tuturnya.

Selain itu, F juga mengaku berkomunikasi dengan tiga WNA. Namun, ketika penyidik bertanya dengan menggunakan bahasa Inggris, F tidak mengerti dan hanya bisa menjawab seadanya.

"Ketika ditanya menggunakan bahasa Inggris, dia tidak mengerti. Malah jawabannya cuman yes atau no saja, ya bahasa Inggris biasa," ungkapnya.

Polisi menduga, proses jual beli tersangka F dilakukan secara manual. Sebab, polisi mendapatkan petunjuk bahwa tersangka F pernah ke Bali dua kali selama 2017. 

(Baca juga: Anak dalam Video Mesum Menolak hingga Menangis Saat Perekaman )

Berdasarkan pengalamannya saat mengungkap kasus video porno di Bareskrim Polri pada 2014 lalu, Umar mengungkapkan menemukan proses jual beli video porno yang dilakukan secara manual di Bali. Pembuat video menjualnya dengan menggunakan flashdisk.

"Kita tracking memang ada perjalanan ke Bali. Waktunya berdekatan dengan pembuatan video itu, diduga setiap selesai membuat video dia pergi ke Bali," ucapnya.

Meski demikian, Umar mengakui hal tersebut perlu dibuktikan. Karena itu, pihaknya bakal melakukan penelusuran dengan mengecek melalui maskapai penerbangan. 

"Kita akan cek maskapainya apa, lalu pakai pesawat apa. Itu nanti jadi alat bukti yang membuat bangunan kasus ini utuh," bebernya.

Kompas TV Selain pendampingan psikolog, nantinya korban juga akan menjalani sejumlah kegiatan trauma healing.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Kompilasi Stand Up Babe Cabita, Ah Sudahlaahhh~
Kompilasi Stand Up Babe Cabita, Ah...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.