Langka, Tokoh Perempuan Manggarai Timur Pimpin Ritual Kepok saat Pendaftaran Paslon

Kompas.com - 09/01/2018, 18:49 WIB
Seorang tokoh perempuan Manggarai Timur membawakan ritual kepok saat pendaftaran pasangan Andreas Agas-Stef Jaghur di Kantor Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, Selasa (9/1/2018). Kompas.com/Markus MakurSeorang tokoh perempuan Manggarai Timur membawakan ritual kepok saat pendaftaran pasangan Andreas Agas-Stef Jaghur di Kantor Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, Selasa (9/1/2018).
|
EditorFarid Assifa

BORONG, KOMPAS.com - Ada peristiwa langka yang terjadi pada pendaftaran pasangan Andreas Agas-Stefanus Jaghur yang diusung PAN, PKS dan PBB di pintu masuk kantor Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, Flores, NTT, Selasa (9/1/2018).

Peristiwa langka dan unik itu adalah perempuan Manggarai Timur membawakan ritual kepok. Biasanya ritual ini dibawakan oleh tokoh adat laki-laki. Berbeda dengan hari ini, perempuan tampil sebagai juru bicara adat dari pasangan ini.

Sebagaimana tradisi orang Manggarai Timur bahwa setiap ada upacara adat serta upacara kenegaraan dan menerima tamu besar didahului dengan ritual adat Kepok. Budaya Kepok merupakan ritual khas masyarakat adat Manggarai Timur.

Ritual Kepok biasanya dibawakan oleh tokoh adat laki-laki. Namun kali ini, ritual itu dilakukan tokoh perempuan untuk pasangan Andreas-Stefanus.

Sebelum masuk ke aula pendaftaran Kantor Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, seorang tua adat laki-laki yang memegang tawu (tempat menyimpan minuman tuak) mempersilakan tokoh perempuan membawakan ritual adat Kepok kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, Ambrosius Arifine didampingi empat komisioner lainnya.

Setelah tuturan adat yang disampaikan tokoh perempuan itu, tawu itu diserahkan kepada ketua KPU. Selanjutnya pasangan ini masuk ke aula untuk menyerahkan berkas pendaftaran.

Baca juga : Bupati Manggarai Timur: Bupati yang Terlibat Politik Siap Di-recall

Andreas Agas merupakan wakil bupati Manggarai Timur (petahana) yang maju menjadi bakal calon bupati Manggarai Timur pada Pilkada Manggarai Timur 2018. Dia berpasangan dengan bakal calon wakil bupati Manggarai Timur, Stefanus Jaghur. Pasangan ini berlatar belakang birokrasi di Kabupaten Manggarai Timur.

Ketika pasangan ini masuk ke Aula Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, selanjutnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, Arifine, membuka secara resmi proses pendaftaran pasangan ini.

Ambrosius Arifine didampingi juru bicara KPU Manggarai Timur, Adrianus Harmin kepada Kompas.com, Selasa (9/1/2018), menjelaskan, staf bagian pendaftaran menerima berkas dari pasangan ini serta mengisi formulir pendaftaran. Berkas syarat pendaftaran diperiksa oleh Komisioner KPU Manggarai Timur. Hasilnya, pasangan ini memenuhi syarat pendaftaran serta dinyatakan sah sebagai peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah Manggarai Timur 2018.

“Komisi pemilihan Umum Manggarai Timur memeriksa berkas syarat pendaftaran dan dinyatakan memenuhi syarat. Selanjutnya pasangan ini melaksanakan pemeriksaan kesehatan di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang akan didampingi oleh Komisioner KPU Manggarai Timur ke Kupang,” jelasnya.

Bakal calon bupati Manggarai Timur, Andreas Agas kepada Kompas.com saat konferensi pers di Media Center KPU Manggarai Timur menjelaskan, pihaknya sengaja memakai tokoh perempuan untuk melaksanakan ritual Kepok sesuai dengan kebiasaan adat istiadat Manggarai Timur.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tolak Jadi Menteri, Risma: Ada Mimpi yang Ingin Saya Buat di Surabaya

Tolak Jadi Menteri, Risma: Ada Mimpi yang Ingin Saya Buat di Surabaya

Regional
Cicilan Mobil Sang Mantan Berujung Pembunuhan...

Cicilan Mobil Sang Mantan Berujung Pembunuhan...

Regional
Kronologi Penangkapan Pelaku Dana Nasabah BNI Ambon, 2 Tersangka Keluar Rumah Saat Gempa

Kronologi Penangkapan Pelaku Dana Nasabah BNI Ambon, 2 Tersangka Keluar Rumah Saat Gempa

Regional
20 Truk Tonase Kena Tilang karena Masuk Kota di Pekanbaru

20 Truk Tonase Kena Tilang karena Masuk Kota di Pekanbaru

Regional
Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Regional
Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Regional
Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Regional
Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X