Kompas.com - 09/01/2018, 14:01 WIB
|
EditorErwin Hutapea

BATAM, KOMPAS.com - Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri, Kamis (4/1/2018), berhasil menyelamatkan 17 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal.

Direktur Ditpolairud Polda Kepri Kombes Teddy JS Marbun mengatakan, pengungkapan ini berkat informasi dari masyarakat dan begitu dikembangkan, anggota berhasil menyelamatkan lima orang TKI yang akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Ferry International Batam Centre, Batam, Kepri.

"Awalnya kami berhasil menyelamatkan lima TKI yang akan diberangkatkan secara ilegal, yang diamankan di parkiran Pelabuhan Ferry International Batam Centre, dan dari sana kami berhasil mengembangkan dan kembali menyelamatkan 12 TKI ilegal lainnya yang masih berada di penampungan di Ruko Glory View Batam Centre," kata Kombes Teddy JS Marbun di Mapolda Kepri, Senin (8/1/2018) sore.

Selain menyelamatkan 17 TKI, lanjut Teddy, pihaknya juga berhasil mengamankan sopir dari jaringan penyaluran TKI ilegal ini atas nama Jefrianto yang tugasnya mengantar dan menjemput para TKI dari bandara ke penampungan dan selanjutnya dari penampungan ke Pelabuhan Ferry International Batam Centre.

"Untuk pemilik atau tekongnya, sampai saat ini masih dalam pengembangan tim penyedik Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri. Ada beberapa nama yang masih kami lakukan pengejaran yang terlibat dari tindak pidana perdangan orang ini, yakni Amat dan Agus," ungkap Teddy.

Baca juga: Selama 2017, 62 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia

Untuk modus dari operasi ini, Teddy mengaku, dari hasil pemeriksaan terhadap Jefrianto, para TKI ini diberangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan paspor wisata. Namun, karena tidak lengkap, akhirnya 17 TKI ini dipulangkan kembali ke Batam.

"Mereka pakai sistem nekat-nekatan. Jika berhasil maka para TKI ilegal ini bisa disalurkan di Malaysia. Jika tidak berhasil maka akan kembali diinapkan lagi ke penampungan di Ruko Glory View," terang Teddy.

Lebih jauh, Teddy mengatakan, saat ini 17 TKI ilegal yang diselamatkan masing-masing berasal dari Madura, Jawa Timur; Sumbawa, Nusa Tenggara Bara; dan Surabaya ini sudah diserahkan ke BP3TKI yang ada di Kota Batam.

"Mereka sudah kami antarkan ke BP3TKI agar bisa dipulangkan ke daerah mereka masing-masing," kata Teddy.

Untuk Jefrianto, pihaknya akan menjerat dengan Pasal 81 juncto Pasal 69 juncto Pasal 86 huruf c juncto Pasal 77 huruf c UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Kompas TV Mulai 1 Juli 2017, Malaysia sudah melakukan razia Tenaga Kerja Ilegal.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.