Masalah Pembangunan Sekolah, Wali Kota Parepare Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 04/01/2018, 18:40 WIB
Wali Kota Parepare Taufan Pawe saat mengunjungi keluarga korban di lokasi pencarian nelayan hilang di Pantai Lumpue, Parepare, Jumat (2/6/2017). Kompas.com/Suddin SyamsuddinWali Kota Parepare Taufan Pawe saat mengunjungi keluarga korban di lokasi pencarian nelayan hilang di Pantai Lumpue, Parepare, Jumat (2/6/2017).
|
EditorErwin Hutapea

 


PAREPARE, KOMPAS.com - Sejumlah anggota masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Ummat (FPU) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, melaporkan Wali Kota Parepare Taufan Pawe kepada pihak yang berwajib, Kamis (4/1/2018).

Laporan itu dilakukan karena Taufan dianggap terlibat dalam rencana pembangunan salah satu sekolah di Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Parepare, Sulawesi Selatan, yang sarat dengan kejanggalan soal perizinan.  

Dengan membawa tiga bundel bukti kejanggalan pembangunan salah satu sekolah, tujuh tokoh masyarakat kota kelahiran mantan Presiden BJ Habibie itu memaparkan sejumlah kejanggalan ke SPKT Polres Parepare.

“Hari ini kami datang melaporkan renana pembangunan sekolah Kristen yang ada di Kecamatan Soreang. Rencana pembangunan sekolah itu kami anggap sarat dengan pelanggaran,“ kata Rahman Mappagiling, anggota FPU Kota Parepare.

Hasil penyelidikan dari tim investigasi, menurut dia, pihaknya juga menemukan bukti tanda tangan warga yang dibodohi. Warga diundang untuk sosialisasi pendirian sekolah itu, tetapi pada kenyataannya warga menandatangani persetujuan pendirian sekolah itu.

Baca juga: Sengketa Lahan, SMP Negeri 9 Parepare Disegel Ahli Waris Tanah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Laporan dugaan keterlibatan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, serta sejumlah jajarannya yakni camat, lurah, dan RW, karena diduga telah memberikan sejumlah izin yang sarat dengan pelanggaran dan dugaan pembodohan,“ jelas Rudy Najamuddin, yang juga anggota FPU Parepare.

"Taat asas dan taat hukum yang terus didengungkan Wali Kota Parepare itu kami anggap isapan jempol belaka. Jika memang benar rencana pembangunan SKG di Soreang, kami akan kawal hingga tuntas," ujarnya.

FPU menganggap jika Wali Kota Parepare mau menarik simpati untuk pilkada pada Juni mendatang, janganlah menarik simpati kaum minoritas. Pihak FPU juga menganggap Taufan Pawe juga melakukan diskriminasi terhadap sekolah karena telah diundang menghadiri sekolah agama Islam beberapa waktu lalu tetapi tidak hadir, padahal saat diundang peresmian SKG dia hadir.

Saat dikonfirmasi melalui layanan pesan WhatsApp, Taufan Pawe mengatakan tidak melakukan diskriminasi karena saat peresmian sekolah yang dimaksud tidak ada dalam agendanya.

“Soal itu, coba konfirmasi ke Kabag Humas,” kata Taufan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X