Tak Terima Pengakuan Terdakwa, Keluarga Korban Pembunuhan Mengamuk

Kompas.com - 04/01/2018, 06:15 WIB
Aparat kepolisian berupaya menenangkan keluarga korban pembunuhan yang mengamuk di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Selatan, Rabu, (3/1/2018). KOMPAS.com / ABDUL HAQAparat kepolisian berupaya menenangkan keluarga korban pembunuhan yang mengamuk di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Selatan, Rabu, (3/1/2018).
|
EditorFarid Assifa

GOWA, KOMPAS.com - Kesal dengan keterangan terdakwa yang dinilai tidak sesuai dengan fakta, puluhan keluarga korban pembunuhan mengamuk di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Polisi yang melakukan pengamanan terpaksa mengusir keluarga korban agar keluar dari ruang persidangan.

Sidang kasus pembunuhan yang mendudukan Mustafa sebagai terdakwa dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa ini digelar pada pukul 16.00 Wita, Rabu (3/1/2018).

Awalnya, sidang ini berjalan lancar ketika terdakwa menjawab seluruh pertanyaan hakim maupun jaksa penuntut.

"Dia tikam saya lebih dulu, jadi saya mengamuk ambil parang dan potong lehernya," kata Mustafa di depan meja hijau.

Keluarga korban langsung bereaksi dengan berteriak histeris membantah keterangan terdakwa, hingga mereka dikeluarkan dari ruang sidang. Kericuhan tetap berlanjut di halaman pengadilan. Bahkan, istri korban jatuh pingsan.

"Kami tidak terima karena faktanya dia dikeroyok sampai mati, tetapi kenapa cuma satu orang yang dijadikan terdakwa, yang lainnya mana?" kata Iksan, salah seorang keluarga korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Pesta Miras Berujung Perkelahian, Satu Orang Tewas

Sidang ini akhirnya dihentikan dan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum.

Kasus pembunuhan ini terjadi dalam sebuah pesta miras di Desa Tanah Karaeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa pada Rabu, 19 Juli 2017 silam. Korban, Aco Daeng Ngempo, tewas dengan kondisi leher terluka parah.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.