Jadi Tersangka Pemalsuan Dokumen, Joko Prianto Ajukan Praperadilan

Kompas.com - 02/01/2018, 14:00 WIB
Warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) membawa poster saat berunjuk rasa tentang dugaan kriminalisasi terhadap seorang petani Kendeng Joko Prianto, di Mapolda Jateng Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/12). Joko Prianto ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng dengan tuduhan memalsukan tanda tangan sejumlah warga penolak pendirian pabrik semen Rembang berdasarkan laporan kuasa hukum PT Semen Indonesia. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/aww/17. ANTARA FOTO/R. REKOTOMOWarga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) membawa poster saat berunjuk rasa tentang dugaan kriminalisasi terhadap seorang petani Kendeng Joko Prianto, di Mapolda Jateng Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/12). Joko Prianto ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng dengan tuduhan memalsukan tanda tangan sejumlah warga penolak pendirian pabrik semen Rembang berdasarkan laporan kuasa hukum PT Semen Indonesia. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/aww/17.
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Aktivis Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Kabupaten Rembang, Joko Prianto mengajukan gugatan praperadilan dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen.

Sidang perdana untuk kasus tersebut rencananya digelar di Pengadilan Negeri Semarang pada pekan depan.

Kepala Humas PN Semarang, Moch Saenal mengatakan, pihaknya telah menerima permohonan praperadilan dari pihak terkait. Pihak pengadilan bahkan telah melakukan penjadwalan sidang.

"Sudah masuk. Panitera muda pidana sudah melaporkan dan sidang bakal digelar 8 Januari," kata Saenal kepada Kompas.com, Selasa (2/1/2018).

Joko Prianto mengajukan gugatan praperadilan tidak lepas dari status tersangka yang disematkan kepadanya. Bahkan sejak bulan Februari 2017, dia sudah diperiksa di Subdit 2 Direktorat Reserse Kriminal Umum Mapolda Jawa Tengah.

Saenal menambahkan, kepala pengadilan telah menunjuk majelis hakim untuk mengetes keabsahan penetapan tersangka dari pemohon. Hakim yang ditunjuk, yaitu Bayu Isdiyatmoko.

"Hakim dipimpin Pak Bayu, hakim tunggal," tambahnya.

Baca juga : Ganjar Siap Hadapi Gugatan Keputusan Izin Semen Indonesia di Rembang

Sebelumnya, kuasa hukum Joko Prianto Kahar Muammalsyah mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan praperadilan. Namun saat mengajukan gugatan, kini Joko didampingi pihak dari Lembaga Bantuan Hukum Semarang.

Joko Prianto merupakan warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Ia dikenal aktif menolak pendirian pabrik semen Rembang.

Dia dijerat dengan Pasal 263 KUHP. Status tersangka berkaitan dugaan pemalsuan dokumen dalam berkas gugatan izin lingkungan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang.

Kepolisian mulai melakukan penyelidikan atas laporan warga terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen itu. Laporan pemalsuan itu dituangkan ke dalam laporan polisi (LP) terkait tanda tangan dan pekerjaan yang tidak sesuai.

Baca juga : Ganjar: Ada ?Ultramen? dan ?Power Rangers? dalam Daftar Warga yang Tolak Pabrik Semen

Dalam gugatan izin semen, diduga ada nama-nama fiktif yang terdapat dalam barisan warga penolak pabrik semen.

Dari 2.501 nama yang tercatat, ada nama-nama seperti Ultramen, Power Rangers, serta profesi yang dituliskan sebagai presiden RI 2025.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X