Menakar Peta Politik Pilkada Jabar 2018 Halaman 2 - Kompas.com

Menakar Peta Politik Pilkada Jabar 2018

Kompas.com - 02/01/2018, 07:07 WIB
Bakal calon gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan bakal calon Wakil Walikota Jabar Ahmad Syaikhu di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017)KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Bakal calon gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan bakal calon Wakil Walikota Jabar Ahmad Syaikhu di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017)

Sedangkan Syaikhu sendiri, sudah lebih teruji di dunia politik, dan lebih dikenal oleh masyarakat Jabar. Mantan auditor BPKP ini, merintis karir politiknya dari bawah, dari seorang anggota DPRD Bekasi dari PKS di tahun 2004.

Selanjutnya, Syaikhu terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat di tahun 2009. Karir politik Syaikhu pun semakin meningkat di 2013, ketika terpilih sebagai wakil walikota Bekasi, berpasangan dengan Rahmat Effendi.

Menilik dari komposisi pasangan calon Sudrajat-Syaikhu ini, tampak mereka saling melengkapi. Bukan berdasar rekam jejak saja, melainkan keterwakilan identitas kebudayaan Jawa Barat.

Syaikhu warga asal Cirebon, yang banyak beraktivitas di Cirebon dan Bekasi, mewakili identitas Cirebonan dan Betawi. 

Sedangkan Sudrajat, putra Sunda asal Sumedang, dan keluarga besarnya berasal dari Cianjur juga, serta aktif mengelola pesantren yang didirikannya di perbatasan Cianjur-Sukabumi, mewakili identitas Priangan. 

Untuk mesin partai, soliditas Gerindra-PKS, dan juga PAN, sudah teruji di Pilkada Jakarta 2017 lalu. Sedangkan untuk Jabar, keberhasilan Aher menjadi gubernur selama dua periode, sedikit banyak karena mesin partai PKS yang efektif.

Gerindra dan PKS selaku peraih suara terbanyak ketiga dan kelima di pemilu legislatif Jawa Barat 2014 lalu, dan ditambah PAN, membuat pasangan calon Sudrajat-Syaikhu memiliki captive market sekitar 27 persen. Sedangkan untuk raihan kursi DPRD Jawa Barat, koalisi tiga partai ini memiliki 27 kursi, melampaui persyaratan minimal 20 kursi.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengenai posisi PAN di koalisi pengusung Sudrajat-Syaikhu. PAN sampai dengan akhir tahun 2017, masih terdengar ingin mengusung Desy Ratnasari, kadernya sendiri, sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat.

Meskipun sudah berkomitmen berkoalisi dengan Gerindra dan PKS di lima provinsi, PAN sendiri merasa belum memberikan konfirmasi untuk nama-nama calon, termasuk di Jawa Barat.

Dinamika seperti ini tentunya harus segera mendapatkan solusi. Agar konsolidasi seluruh kekuatan dari ketiga partai di koalisi ini dapat segera dimulai dan dioptimalkan. Mengingat popularitas dan elektabilitas Sudrajat-Syaikhu masih jauh di bawah pasangan calon lain.


EditorAmir Sodikin

Terkini Lainnya


Close Ads X