Jembatan di Penangkaran Rusa Cariu Bogor Putus, Puluhan Wisatawan Jatuh ke Sungai - Kompas.com

Jembatan di Penangkaran Rusa Cariu Bogor Putus, Puluhan Wisatawan Jatuh ke Sungai

Kompas.com - 01/01/2018, 22:42 WIB
Jembatan kayu yang merupakan akses ke tempat wisata Penangkaran Rusa Cariu berlokasi di lokasi Wisata Penangkaran Rusa Cariu milik Perhutani kampung Girijaya Desa Sirnarasa Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, ambruk. Akibatnya 28 orang wisatawan mengalami luka-luka.Foto Humas Polda Jabar Jembatan kayu yang merupakan akses ke tempat wisata Penangkaran Rusa Cariu berlokasi di lokasi Wisata Penangkaran Rusa Cariu milik Perhutani kampung Girijaya Desa Sirnarasa Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, ambruk. Akibatnya 28 orang wisatawan mengalami luka-luka.


BOGOR, KOMPAS.com - Jembatan gantung yang berada di lokasi objek wisata penangkaran rusa Cariu, Kampung Giri Jaya, Desa Sirna Rasa, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, putus pada Senin (1/1/2018).

Dari informasi yang diperoleh sementara, sebanyak 30 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Jembatan yang difungsikan sebagai sarana penyeberangan orang itu ambruk saat puluhan wisatawan sedang berada di atas jembatan. Akibatnya, para wisatawan terjatuh ke sungai.

Kondisi air sungai di bawah jembatan itu tidak dalam atau cukup kering sehingga bisa dilalui warga untuk membantu evakuasi korban yang terjatuh.

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, ambruknya jembatan gantung di lokasi penangkaran rusa itu diduga karena kelebihan kapasitas.

Baca juga : Jembatan Ambruk, Jalan Trans-Kalimantan Sampit ke Pangkalan Bun Putus

Dicky menyebut, seharusnya beban kapasitas jembatan itu hanya mampu menampung sebanyak 10 orang saja.

"Jembatan gantung malah dinaiki lebih dari 10 orang. Ada sekitar 30 orang yang harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan," ucap Dicky, saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Kepala Polsek Tanjungsari Iptu Muhaimin menuturkan, rincian data korban sementara yang dapat dilaporkannya adalah sebanyak 25 orang mengalami luka ringan dan 5 orang luka berat.

"Untuk korban luka ringan sementara masih dirawat di Puskesmas Tanjungsari. Sedangkan luka berat dirujuk ke dua rumah sakit, yaitu RS Medi Rosa Cibarusa Bekasi dan RS Permata Jonggol," kata Muhaimin.


Close Ads X