Puncak Ditutup, Jalur Jonggol-Sukaresmi Macet

Kompas.com - 31/12/2017, 16:04 WIB
|
EditorErlangga Djumena

CIANJUR, KOMPAS.com - Menjelang penutupan jalur di wilauah Puncak, jalur alternatif Jonggol-Sukaresmi mengalami kemacetan. Kondisi tersebut terpantau dari Simpang Mariwati, Sukaresmi, Minggu (31/12/2017).

Dari pantauan Kompas.com, kemacetan mengekor hingga 2 kilometer lebih, pada pukul 15.20 WIB. Tepatnya dari Simpang Mariwati hingga Kawasan Wisata Kota Bunga.

Menurut anggota Pos PAM, Polsek Sukaresmi, Cianjur, Aiptu Hamdani, kemacetan tersebut mulai pagi hari, pukul 09.00 WIB. Namun, intensitasnya terkadang macet total, kadang padat merayap.

"Penyebabnya karena bertepatan dengan hari libur, minggu juga terdapat peribadatan di gereja Lembah Karmel. Lalu banyajk tempat wisata besar, seperti Taman Bunga Nusantara," ujarnya saat ditemui di pos Sukaresmi.

Baca juga: Malam Tahun Baru, Jalur Puncak Akan Ditutup 12 Jam

Dia mengatakan, penutupan jalur Ciawi sangat berpengaruh pada kemacetan di Sukaresmi. Karena kendaraan dari Jakarta diarahkan ke Jonggol-Sukaresmi.

"Orang akan cenderung memilih jalur Jonggol, karena takut macet di Ciawi dan akhirnya ditutup jalan ke Puncak," terangnya.

Kendaraan yang lewat sendiri di dominasi roda empat di siang hari, dan roda dua di sore hari. Dengan daerah asal terbanyak dari Jakarta, atau plat B.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Sungai Meluap, Kota Bandung Diterjang Banjir, Kendaraan Terbawa Arus

3 Sungai Meluap, Kota Bandung Diterjang Banjir, Kendaraan Terbawa Arus

Regional
Staf KPU Wonogiri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Hotel di Solo

Staf KPU Wonogiri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Hotel di Solo

Regional
7 Fakta Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Viral di Medsos hingga Berujung Permohonan Maaf

7 Fakta Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Viral di Medsos hingga Berujung Permohonan Maaf

Regional
Zona Merah di Banjarmasin Tersisa Satu Kelurahan

Zona Merah di Banjarmasin Tersisa Satu Kelurahan

Regional
BKSDA Jember Evakuasi Dua Ekor Kucing Hutan di Kaki Gunung Argopuro

BKSDA Jember Evakuasi Dua Ekor Kucing Hutan di Kaki Gunung Argopuro

Regional
Mbo Gentong, Pelestari Adat Kelahiran Anak Suku Bajau di Teluk Tomini

Mbo Gentong, Pelestari Adat Kelahiran Anak Suku Bajau di Teluk Tomini

Regional
Siswi SMP di Lombok yang Dinikahi Remaja 17 Tahun: Saya Tahu Masih Sekolah...

Siswi SMP di Lombok yang Dinikahi Remaja 17 Tahun: Saya Tahu Masih Sekolah...

Regional
498 Santri di Cilacap Sembuh dari Covid-19, Sisa 4 yang Masih Dirawat

498 Santri di Cilacap Sembuh dari Covid-19, Sisa 4 yang Masih Dirawat

Regional
Video Viral Pelajar SMP Tewas Terperosok ke Gorong-gorong di Cimahi

Video Viral Pelajar SMP Tewas Terperosok ke Gorong-gorong di Cimahi

Regional
Aktivis Anti Kekerasan Seksual Jateng Minta DPR Masukkan RUU PKS ke Prolegnas Prioritas 2021

Aktivis Anti Kekerasan Seksual Jateng Minta DPR Masukkan RUU PKS ke Prolegnas Prioritas 2021

Regional
Diduga Jadi Korban Arisan dan Investasi Fiktif Beromzet Rp 200 Juta, Ibu-ibu Laporkan Istri Polisi

Diduga Jadi Korban Arisan dan Investasi Fiktif Beromzet Rp 200 Juta, Ibu-ibu Laporkan Istri Polisi

Regional
Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X