Cerita Pengungsi Gunung Agung yang Grogi Saat Disapa Jusuf Kalla

Kompas.com - 30/12/2017, 13:25 WIB
Sejumlah warga menyaksikan asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak Jumat lalu mengamati beberapa kali terjadi letusan bersifat efusif sesaat yang disertai hembusan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 2.000 meter dari kawah Gunung Agung. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANASejumlah warga menyaksikan asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak Jumat lalu mengamati beberapa kali terjadi letusan bersifat efusif sesaat yang disertai hembusan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 2.000 meter dari kawah Gunung Agung.
|
EditorIcha Rastika

KARANGASEM, KOMPAS.com - Ni Wayan Sudiasih (42), warga yang mengungsi karena erupsi Gunung Agung, terus tersenyum saat diwawancarai sejumlah awak media pada Sabtu (30/12/2017).

Betapa tidak, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendatangi tenda tempat dia berjualan. Bahkan, keduanya sempat berbincang-bincang.

Jusuf Kalla bersama rombongan memang mengunjungi sejumlah pos pengungsian Gunung Agung, salah satunya pos pengungsian di UPTD Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Karangasem di Desa Rendang, Karangasem, tempat Sudiasih dan keluarganya mengungsi.

Baca juga : Wapres Jusuf Kalla Berpesan agar Pengungsi Gunung Agung Tetap Bekerja

Sudiasih mengaku grogi saat berbicara dengan Wapres. Ketika Kalla lewat di depan tenda tempatnya berjualan, Sudiasih langsung mendekat dan menyalaminya. "Terus terang tadi saya gugup, pokoknya deg-degan saat ngobrol," kata Sudiasih.

Pada kesempatan itu, Kalla menanyakan kondisi Sudiasih dan keluarga selama di pengungsian. Ia juga bertanya soal aktivitas sehari-hari serta pekerjaan Sudiasih saat kondisi masih normal. Kepada Kalla, Sudiasih mengaku selama ini mendapat pelayanan cukup baik.

Untuk mengisi kekosongan selama di pengungsian, Sudiasih memanfaatkan bagian depan tenda untuk berjualan makanan ringan, kopi, dan rokok.

Barang dagangan itu dibeli Sudiasih di Pasar Menanga yang letaknya tak jauh dari pengungsian. "Kalau diam saja kan cepat bosan, ya lebih baik jualan supaya ada kegiatan," ujar Sudiasih.

Perempuan asal Dusun Kesampir, Desa Besakih, Kecamatan Rendang Karangssem ini sehari-hari bekerja sebagai petani.

Karena krisis Gunung Agung, dia terpaksa mengungsi. Tiga bulan sudah dia menempati tenda pengungsian.

Baca juga : OJK Bakal Terbitkan Kebijakan Terkait Dampak Erupsi Gunung Agung

Oleh karena itu, dia berharap ada bantuan berupa materi agar bisa melanjutkan hidup di tengah situasi yang tidak menentu.

"Kalau harapan pasti maunya ada bantuan berupa materi dan semoga kondisi kembali normal," kata Sudiasih.

Kompas TV Selama dua hari, terjadi erupsi efusif di Gunung Agung.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Regional
KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

Regional
Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Regional
Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Regional
Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Regional
Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X