Kompas.com - 29/12/2017, 23:40 WIB
Lombok Barat-Kompas.com kawasan wisata di Sekotong, Lombok Barat adalah potensi  yang harus dijaga dari limbah tambang rakyat kompas com/istimewaLombok Barat-Kompas.com kawasan wisata di Sekotong, Lombok Barat adalah potensi yang harus dijaga dari limbah tambang rakyat
|
EditorFarid Assifa

MATARAM, KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nusa Tenggara Barat menilai, tambang rakyat di wilayah Sekotong, Lombok Barat, adalah ancaman bagi pariwisata di Lombok Barat, meskipun kecantikan dan pesona alam di kawasan itu telah "mencuri" perhatian banyak wisatawan.

“Dari catatan kami hingga 2017 ini, sektor pariwisata tidak bisa bersandingan dengan pertambangan, akan ada konsekuensi kerusakan alam yang ditimbulkan dari pertambangan di Sekotong,” kata Moerdani, Direktur Walhi NTB, Jumat (29/12/2017) dalam refleksi akhir tahun Walhi bersama Jaringan Pemantau Peradilan Bersih (Jepret) Mataram.

Moerdani juga mengkritik Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Perda tersebut, menurutnya, telah menyebabkan masyarakat merasa berhak melakukan aktivitas tambang dengan dalih dilegalkan oleh perda.

“Kita tahu sendiri bagaiaman dampak dari aktivitas tambang rakyat ini terhadap lingkungan, termasuk ekosistem laut termasuk terumbu karang, limbah tambang yang bercampur dengan merkuri terbuang tanpa aturan baku dan sampai ke laut,” katanya.

Baca juga : Menikmati Sensasi Kopi Organik di Dataran Tinggi Lombok Barat

Fenomena ini, kata Moednai terjadi sejak tahun 2008. Ironisnya, bersamaan dengan itu, sektor pariwisata Lombok Barat, terutama wilayah Sekotong, tengah dibangun. Bagi Walhi, sangat naif mengabungkan sektor tambang dengan pariwisata.

Ancaman dampak tambang rakyat bagi pariwisata memang tidak langsung terjadi, karena itu jangka panjang.

Dikatakannya, persoalan lingkungan hidup yang semakin kompleks mengharuskan semua pihak untuk melakukan pembenahan dan perbaikan, baik dari sisi kebijakan, penganggaran maupun penguatan kapasitas masyarakat.

Walhi mendorong upaya moratorium tambang karena dampaknya mengancam keberlangsungan hidup manusia dan lingkungannya.

Yang tak kalah penting adalah penegakan hukum kasus-kasus lingkungan di NTB yang masih sangat minim.

“Penegakan hukum lebih progresif untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih masif lagi,” terang Moerdani.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi pada Kompas.com membenarkan bahwa tambang dan pariwisata menjadi andalan bagi Lombok Barat. Namun belakangan, sektor tambang tidak lagi mendominasi. Justru sebaliknya, sektor pariwisata menjadi andalan Lombok Barat.

Baca juga : Wisatawan Perancis yang Hilang Saat Menyelam di Lombok Barat Ditemukan Tewas

Terkait ancaman dampak tambang rakyat, Ispan mengakui sulit mengubah pola pikir masyarakat. Banyaknya gelondongan dan penggunaan merkuri yang tidak sesuai standar dikhawatirkan akan membahayakan lingkungan dan alam yang menjadi jualan pariwisata.

“Tapi dari hasil penelitian dampaknya belum pada taraf membahayakan, hanya saja kita terus berupaya agar kegiatan tambang yang mengunakan bahan berbahaya tidak diteruskan. Semoga kita bisa mengubah cara berpikir masyarakat yang keliru,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X