Kompas.com - 29/12/2017, 11:47 WIB
Kapolres Gunung Mas didampingi kasat reskrim beserta jajaran saat merilis pengungkapan kasus pembunuhan berencana di Polres Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Dok Polres Gunung MasKapolres Gunung Mas didampingi kasat reskrim beserta jajaran saat merilis pengungkapan kasus pembunuhan berencana di Polres Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
|
EditorReni Susanti

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Satuan Reserse Kriminal Polres Gunung Mas, Kalimantan Tengah, meringkus seorang pembunuh bayaran beserta seorang ibu rumah tangga yang merupakan otak pelaku pembunuhan. Pembunuh bayaran tersebut dibayar Rp 650.000 per satu nyawa. 

Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliadin mengatakan, pembunuhan terjadi pada Jumat (22/12/2017) sekitar pukul 06.30. Pembunuhan terjadi di sebuah rumah di Jalan Jambu, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

"Pembunuhan tersebut memang sebelumnya sudah direncanakan tersangka E yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Ia menyuruh tersangka berinisial MB dengan upah Rp 650.000," ujar Yudi seusai merilis penangkapan tersangka, Jumat (29/12/2017).

Yudi mengatakan, pembunuhan dilatarbelakangi rasa kesal E kepada korban. Korban dinilai terlalu sering meminta uang dan berhubungan badan. E lalu memerintahkan MB membunuh korban dengan upah Rp 650.000. 

"Sebelumnya korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Korban tewas dengan 17 luka senjata tajam parang jenis mandaw," ucapnya.

(Baca juga: Polisi Tangkap Aktor Utama Kasus Pembunuh Bayaran)

Setelah melalui pengembangan dan pemeriksaan terhadap 13 saksi, polisi meringkus tersangka E di rumahnya, di Desa Tumbang Pajangei, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (27/12/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara tersangka MB, yang merupakan eksekutor pembunuhan, diringkus di rumah kos di Jalan Garuda, Palangkaraya, Kamis (29/12/2017).

Polisi juga mengamankan barang bukti yang dibuang pelaku ke dalam jurang pada ruas jalan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Polisi mendapatkan bukti tersebut berdasarkan penelusuran keterangan pelaku. 

Kini kedua tersangka pembunuhan ditahan di sel tahanan Polres Gunung Mas. Mereka diancam pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Kompas TV Polisi telah menangkap tiga orang yang terlibat penusukan sopir ojek daring di Bandung, Jawa Barat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.