Ratusan Warga Hibahkan Tanahnya untuk Pembangunan Jalan Menuju Dieng

Kompas.com - 29/12/2017, 09:15 WIB
Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyerahkan piagam penghargaan kepada warga yang menghibahkan tanah untuk jalan, Kamis (28/12/2017). Dok Diskominfo WonosoboBupati Wonosobo Eko Purnomo menyerahkan piagam penghargaan kepada warga yang menghibahkan tanah untuk jalan, Kamis (28/12/2017).
|
EditorReni Susanti

WONOSOBO, KOMPAS.com — Sebanyak 377 warga Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, merelakan tanahnya untuk pembangunan jalan alternatif menuju dataran tinggi Dieng tanpa meminta ganti rugi. 

Kepala Desa Mlandi Budi Irawan mengungkapkan, aksi tersebut merupakan keinginan warga untuk membantu pemerintah merealisasikan jalur wisata alternatif menuju Dieng. Warga menilai, jalur wisata itu ke depan akan berdampak positif bagi masyarakat.

"Luas bidang tanah yang dihibahkan masih ada di BPN (Badan Pertanahan Nasional), hanya saja untuk panjangnya lebih kurang mencapai 3,4 kilometer,” kata Budi seusai penyerahan piagam penghargaan Pemkab Wonosobo kepada warga Mlandi, Kamis (28/12/2017).

Budi menambahkan, pemerintah desa lalu memberikan subsidi biaya pembuatan sertifikat baru senilai Rp 52.000 per lembar. Begitupun Pemkab Wonosobo memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada warga Mlandi.


"Pemerintah desa membantu warga yang telah mengikhlaskan tanahnya untuk jalan dengan memberikan subsidi biaya sertifikat Rp 52.000 per lembar," katanya.

(Baca juga: Status Kawah Sileri Waspada, Obyek Wisata Dieng Tetap Buka )

Dengan strategi imbal balik tersebut, warga lebih ringan dalam menyerahkan tanah mereka demi terwujudnya jalur strategis pariwisata. Di sisi lain, harga tanah di sekitar jalur tersebut diprediksi bakal naik 200-300 persen yang diharapkan menjadi keuntungan sendiri.

“Kenaikan harga tanah ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi warga. Meski tanpa ganti rugi untuk tanah yang dihibahkan, ke depan mereka justru mendapatkan ganti yang lebih baik,” kata Budi.

Kepala DinasPekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo Widi Purwanto mengemukakan, anggaran pembangunan jalur alterantif tersebut mencapai Rp 18 miliar.

Sepanjang 2017 ini, pihaknya melaksanakan kegiatan peningkatan jalan PLN Dieng Wetan senilai Rp 12 miliar, pekerjaan pengaspalan jalan 1,15 km, perkerasan pelebaran jalan 4,5 km, dan pembuatan saluran senderan seluas 6000 meter kubik.

Widi menyebut, BPN Kabupaten Wonosobo telah melaksanakan program sertifikasi tanah massal melalui kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap hingga mencapai 2081 bidang tanah.

(Baca juga: Ada Manisan Cabe di Dieng, Berani Coba?)

Jumlah bidang tanah itu, menurut Widi, terbagi menjadi dua bagian, yaitu tanah warga 2031 bidang dan area konservasi 50 bidang.

"Hibah tanah yang telah dilakukan warga Mlandi Widi sangat membantu Pemkab Wonosobo sehingga sangat layak jika warga mendapat penghargaan dan pemotongan biaya sertifikat," katanya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengemukakan, partisipasi dan peran warga secara nyata menunjukkan bahwa pemerintah dan warga mampu bersinergi. Eko berujar, peran masyarakat sangat penting dalam setiap aspek pembangunan.

"Peran masyarakat sangat penting. Mereka juga dapat berperan sebagai subyek aktif yang menyukseskan program-program pemerintah," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X