Menggairahkan Lagi Perpustakaan Desa

Kompas.com - 29/12/2017, 00:07 WIB
Selvia Pancarina (kiri) tengah berdiskusi dengan Supadi sebagai pendamping kegiatan penguatan IPTEK Pemuda Kemenpora saat meninjau lokasi di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kab. Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Selvia Pancarina (kiri) tengah berdiskusi dengan Supadi sebagai pendamping kegiatan penguatan IPTEK Pemuda Kemenpora saat meninjau lokasi di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kab. Waringin Barat, Kalimantan Tengah.
EditorTjahjo Sasongko

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com  - Lulus kuliah tahun 2015 dengan jurusan Tata Boga, Selvia Pancarina tertantang untuk berbuat sesuatu sebagai wujud partisipasi membangun kampung halamannya yakni Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Waringin Barat, Kalimantan Tengah.

Hal pertama yang dilakukan anak muda kelahiran 24 tahun silam ini adalah menghidupkan kembali perpusatakaan desa bernama Bahtera Pustaka.

Selvia prihatin karena rumah baca tersebut dua tahun tutup karena ketiadaan pengurus. Ruang perpustakaan yang luasnya kira-kira 30 meter persegi ini merupakan pinjaman pihak desa. Dengan diaktifkan kembali, Bahtera Pustaka mendapat pembinaan dan penambahan koleksi buku. Di antaranya dibantu dari Perpusda Kalimantan Tengan dan CSR dari sebuah perusahaan. 

Untuk menutupi biaya operasional perpustakaan,  Selvia membuka pelatihan komputer dasar dan kursus menjahit dengan biaya murah. "Kedepan, kami ingin menjadikan perpustakaan ini bisa dikembangkan menjadi pusat pemberdayaan  masyarakat di desa ini," ujarnya dengan nada semangat.

Selvia sangat beruntung karena partisipasinya dalam pemberdayaan masyarakat desa selalu didukung  oleh Kepala Desa Kubu. Proposalnya untuk meningkakan kapasitas perpustakaan telah diakomodasi  dalam rencana anggaran desa tahun 2018. Diharapkan, dana desa tahun depan bisa membantu  pengadaan meja dan kursi, serta penambahan jumlah komputer.

Menurut dia, para pengunjung pada umumnya, khususnya anak-anak sangat suka mengakses internet. Pada saat saat  tertentu, juga diputarkan film-film edukasi khususnya tiap hari Jumat saat jadwal murid-murid Taman  Kanak-Kanak di desanya berkunjung ke perpustakaan itu.

Sebagai wujud upaya pemberdayaan masyarakat desanya, mulai awal Oktober 2017, Selvia juga mulai merintis produksi srundeng kemasan dan "bawang goreng" dari papay (udang kecil) . Namun masih belum berkelanjutan karena kendala dalam pemasaran yang belum teratasi.

"Pemasaran merupakan tantangan yang paling sulit dalam bisnis apapun. Di sana seorang calon sosio-entrepreneur harus mampu membuktikan kelayakan bisnisnya," kata Kabid Pemetaan dan Penelusuran IPTEK Kemenpora, Supadi saat kunjungan untuk melakukan pendampingan serta monitoring dan evaluasi belum lama ini.

Kegiatan ini merupakan  tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas IPTEK Pemuda oleh Kementerian Pemuda dan  Olahraga di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017 yang lalu. Selvia merupakan satu dari 78 pemuda berasal dari dari 34 provinsi yang mengikuti pelatihan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X