Manuk Pulang Kandang, Ketika Alumni SMA Kolese de Britto Berlibur ke Yogyakarta

Kompas.com - 28/12/2017, 23:08 WIB
Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017 Panitia MPK 2017Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017
EditorAmir Sodikin

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 700 alumni SMA Kolese de Britto Yogyakarta dari berbagai angkatan dan dari penjuru daerah, pada Rabu (27/12/2017) berkumpul di Aula SMA Kolese de Britto, Yogyakarta. Selain dalam rangka liburan, mereka juga menggelar reuni, dan tentu saja "pulang kampung". 

Namun, liburan ini ternyata bukan sekadar berlibur. Mereka telah memiliki agenda rutin untuk selalu berkumpul, reuni, sekaligus menengok "kampung" di Yogyakarta, setiap tanggal 27 Desember. Mereka pun secara rutin telah mengelola pertemuan ini dengan tajuk Manuk Pulang Kandang (MPK).

Ketua Panitia de Britto 2017, R Kristiawan, dalam siaran persnya yang dikirim ke Kompas.com mengatakan, memang ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto, yaitu setiap tanggal 27 Desember selalu diadakan reuni informal yang diberi nama Manuk Pulang Kandang (MPK).

"Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto," kata Kristiawan. 

Untuk MPK 2017 kali ini mengambil tema ‘de Britto untuk Kebinekaan’. "Tema ini diambil untuk merespons situasi aktual Indonesia di mana terjadi pengerasan dan formalisasi keyakinan di sebagian masyarakat," papar Kristiawan. 

Alissa Wahid saat mengisi MPK 2017 di Yogyakarta. Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017Dok Panitia MPK 2017 Alissa Wahid saat mengisi MPK 2017 di Yogyakarta. Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017
Dalam perhelatan ini, panitia MPK 2017 secara khusus mengundang Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian dan putri mantan Presiden Gus Dur. Alissa diminta untuk memberikan pandangannya soal kebinekaan di Indonesia.

Dalam pidatonya, Alissa Wahid menekankan perlunya peran semua pihak untuk berani melawan konservatisme dan radikalisme. “Situasi Indonesia sepuluh tahun ke depan tergantung pada keberanian kita bersikap di masa sekarang,” kata Alissa.

Alissa Wahid juga menekankan perlunya kelompok-kelompok pro-kebinekaan untuk bekerjasama secara lebih erat. Komunitas Alumni SMA Kolese de Britto menyambut baik seruan Alissa Wahid tersebut.

Selain tema kebinekaan, MPK 2017 juga menampilkan pertunjukan kesenian yang dibalut dengan misa ekaristi. Misa kali ini dipimpin oleh Romo In Nugroho SJ dari Universitas Sanata Dharma.

Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017Dok Panitia MPK 2017 Ada kebiasaan unik di SMA Kolese de Britto. Setiap tanggal 27 Desember, selalu diadakan reuni informal yang bernama Manuk Pulang Kandang (MPK). Acara ini dipakai sebagai ajang pertemuan bagi alumni yang sedang berlibur di Yogyakarta. Yang menjadi penyelenggara MPK adalah angkatan yang sudah lulus 25 tahun dari Kolese de Britto. Dok Panitia MPK 2017
Romo In dalam khotbahnya menyampaikan perlunya semangat memberi alih-alih mengambil. Perjuangan pada kebinekaan tidak mungkin berjalan tanpa semangat memberi.

Hal ini sangat penting ditekankan karena semangat dominan yang dimiliki masyarakat saat ini adalah mengambil, yang berorientasi pada pemenuhan ego semata.

Berbagai pertunjukan kesenian yang ditampilkan dalam MPK 2017 kali ini adalah Wayang Guru oleh dalang Triyanto Hapsoro, gamelan Gangsa Kulila oleh murid SMA Kolese de Britto yang sempat menang dalam berbagai festival gamelan, band Cross Fire, dan kelompok vokal Mlenuk Voice yang menyanyikan lagu misa. Landung Simatupang, aktor monolog senior, membacakan bacaan Injil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Regional
Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Regional
Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Regional
Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X