Survei Media: 10 Tokoh Terpegah dan Tervokal Sepanjang 2017

Kompas.com - 28/12/2017, 07:41 WIB
Presiden Joko Widodo saat menjadi pembicara utama pada Bloomberg The Year Ahead Asia 2018 di hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Presiden Joko Widodo saat menjadi pembicara utama pada Bloomberg The Year Ahead Asia 2018 di hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017).
Penulis Reni Susanti
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Indonesia Indicator (I2) mencatat 100 nama yang paling banyak muncul di media daring di Indonesia sepanjang 2017.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang mengungkapkan, ke-100 nama tokoh itu berasal dari 1.909 media daring berbahasa Indonesia sepanjang 1 Januari-8 Desember 2017. Jumlah pemberitaan sepanjang 2017 mencapai 7.492.615 berita.

"Dalam kajian ini ditemukan data, figur yang terbanyak diberitakan media membentuk wajah Indonesia dalam berita. Nama-nama yang menjadi pusat pemberitaan menunjukkan konteks isu yang berlangsung di Indonesia sepanjang 2017," ujar Rustika dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (28/12/2017).

Menurutnya, dari 100 nama yang terbanyak diberitakan, terdapat 25 figur berasal dari luar Indonesia. Mereka adalah nama kepala negara serta dari bidang olahraga bola dan balap.


(Baca juga : Kaleidoskop 2017: Tahun Tumbangnya Ahok dan Djarot...)

"Sementara itu, apabila dilihat dari 100 nama tokoh lokal teratas telah terbaca bahwa isu pilkada DKI, kasus korupsi e-KTP, pro kontra di legislatif, serta infrastruktur menjadi perbincangan paling hangat di media Indonesia sepanjang 2017," kata Rustika.

Tokoh Terpegah

Pada 2017, ungkap Rustika, Joko Widodo menduduki puncak tokoh terpegah di media daring. Ini berarti Presiden menjadi figur yang terbanyak diberitakan media. Jumlahnya mencapai 376.883 berita dalam 11 bulan terakhir, atau sekitar 33.059 berita perbulan, 1.100 berita per hari.

Secara framing pemberitaan keseluruhan, sentimen negatif yang ditujukan pada pemberitaan mengenai Jokowi terdapat sebesar 21 persen, dan sentimen netral positif sebesar 79 persen.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara dengan awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/4/2017).Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara dengan awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/4/2017).
Tokoh terpegah kedua di media diisi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dengan pemberitaan sebanyak 165.841 berita. Akumulasi pemberitaan ini terutama hanya sepanjang 5 bulan pertama di 2017, setelah itu pemberitaan mengenainya menurun tajam.

Anies Baswedan, menjadi tokoh ketiga terbanyak diberitakan media, dengan 91.561 berita. Pemberitaan Anies cukup fluktuatif. Meninggi sepanjang Januari-April, dan kemudian kembali meninggi Oktober-Desember.

Sedangkan, tokoh terpegah keempat diduduki mantan ketua DPR Setya Novanto. Tokoh terpegah kelima, menurut Rustika, diisi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Pola fluktuasi pemberitaannya serupa dengan Anies Baswedan.

"Kelimanya sebagai figur yang paling banyak dibicarakan media sepanjang 2017," papar Rustika.

Ia menambahkan, empat nama di antaranya melanjutkan posisinya dari top person media tahun lalu meski posisinya berbeda.

Sebagai contoh, tahun lalu Sandiaga berada di posisi ke-7, sementara Setya Novanto di posisi ke-9. Sementara Anies Baswedan sebelumnya tidak masuk dalam 10 besar, kini langsung melesat hingga di posisi ke-3 di tahun ini.

Menurut Rustika, konteks isu sepanjang 2017 telah mengubah urutan ini dan media menyambutnya sebagai sebuah objek baru yang menarik.

"Jokowi merupakan sosok terbanyak diberitakan media sepanjang 2017. Ini artinya, dari seluruh pemberitaan media di Indonesia, 5 persen diantaranya memberitakan Jokowi."

Sementara itu, tokoh terpegah keenam diraih mantan wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat dengan 66.867 berita. Posisi ketujuh tokoh terpegah diduduki Wakil Presiden Yusuf Kalla dengan 58.688. Juru Bicara KPK Febri Diansyah berada di posisi ke delapan Tokoh Terpegah 2017 dengan 53.755 berita.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian berada di posisi kesembilan dengan 49.278 berita. Sementara di posisi kesepuluh adalah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dengan 47195 berita.

"Framing media, berdasarkan judul pemberitaan, Tito Karnavian merupakan figur dengan judul pemberitaan dengan sentimen positif terbanyak. Sementara dari sisi jumlah pemberitaan dengan judul yang mengandung sentimen negatif terendah diduduki Jusuf Kalla," ungkapnya.

Dari urutan 100 nama, terdapat 8 nama yang banyak diberitakan karena terkena kasus hukum, terutama korupsi e-ktp dan penistaan agama. Tokoh yang masuk 100 nama yang paling banyak diberitakan media sebagian besar berasal dari latar belakang politik, yakni 39 persen.

 

Tokoh Tervokal

Indonesia Indicator juga mencatat 10 tokoh tervokal (top influencers) atau tokoh paling banyak bersuara di media. Mereka adalah narasumber atau tokoh yang pendapatnya paling banyak dikutip media online.

"Tokoh tervokal berusaha untuk memberikan pengaruhnya di media melalui berbagai pernyataannya di media. Mereka termasuk bagian dari media darling, meski belum tentu mediagenic," paparnya.

Presiden Jokowi dipilih media sebagai tokoh tervokal 2017 nomor satu. Dari 375.464 berita, terdapat sebanyak 375.464 pernyataannya dikutip. Ini artinya, dari setiap pemberitaan mengenai Jokowi selalu mengutip satu pernyataannya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Febri Diansyah mengungkapkan bahwa KPK tengah mempertimbangkan mengambil langkah untuk memasukkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Febri Diansyah mengungkapkan bahwa KPK tengah mempertimbangkan mengambil langkah untuk memasukkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Fenomena menarik datang dari Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang menduduki posisi kedua dengan 166.989 pernyataan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan Febri rata-rata dikutip 3 pernyataan dalam setiap pemberitaan mengenainya.

Figur ketiga yang paling banyak dikutip media adalah Anies Baswedan (119.255 pernyataan). Posisi keempat mantan wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (115.486 pernyataan). Kelima diraih Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan 107.762 pernyataan.

Berturut-turut peringkat enam sampai sepuluh diisi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono (106.849 pernyataan), Sandiga Uno (104.048 pernyataan), Basuki Tjahaja Purnama (99.564 pernyataan), Gatot Nurmantyo (97.026 berita, serta Tjahjo Kumolo (93.031 pernyataan).

"Dari 100 nama yang jumlah pernyataannya paling banyak dikutip media, sebanyak 51 persen merupakan pejabat pemerintah. Sementara politisi sejumlah 18 persen, dari Polri/TNI sebanyak 13 persen," ucapnya.

"Kemudian 4 persen berasal dari dunia olahraga, yakni sepakbola. Sementara itu terdapat 14% yang memiliki latar belakang beragam seperti tokoh agama, pengamat, artis, pemain bola maupun pelatih," kata Rustika.

I2 juga mencatat, sebanyak 44 persen pemberitaan di media di Indonesia sepanjang 2017 diisi berbagai pernyataan politik. Yakni pilkada DKI, yang kemudian berdampak pada situasi keamanan dan hukum.

"Isu hankam mengambil porsi sebanyak 21 persen dan disusul berbagai pernyataan yang dikaitkan dengan urusan hukum," ujar Rustika.

Meskipun, dari sisi jumlah figur yang diberitakan sedikit, namun panggung dimunculkan terkait kasus hukum relatif besar.

Sementara itu, meskipun secara jumlah figur sosial cukup banyak, namun pernyataannya yang dikutip media sebesar 11persen, serupa dengan bidang ekonomi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X