Survei Media: 10 Tokoh Terpegah dan Tervokal Sepanjang 2017

Kompas.com - 28/12/2017, 07:41 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Febri Diansyah mengungkapkan bahwa KPK tengah mempertimbangkan mengambil langkah untuk memasukkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGJuru Bicara KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Febri Diansyah mengungkapkan bahwa KPK tengah mempertimbangkan mengambil langkah untuk memasukkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penulis Reni Susanti
|
EditorReni Susanti

 

Tokoh Tervokal

Indonesia Indicator juga mencatat 10 tokoh tervokal (top influencers) atau tokoh paling banyak bersuara di media. Mereka adalah narasumber atau tokoh yang pendapatnya paling banyak dikutip media online.

"Tokoh tervokal berusaha untuk memberikan pengaruhnya di media melalui berbagai pernyataannya di media. Mereka termasuk bagian dari media darling, meski belum tentu mediagenic," paparnya.

Presiden Jokowi dipilih media sebagai tokoh tervokal 2017 nomor satu. Dari 375.464 berita, terdapat sebanyak 375.464 pernyataannya dikutip. Ini artinya, dari setiap pemberitaan mengenai Jokowi selalu mengutip satu pernyataannya.

Fenomena menarik datang dari Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang menduduki posisi kedua dengan 166.989 pernyataan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan Febri rata-rata dikutip 3 pernyataan dalam setiap pemberitaan mengenainya.

Figur ketiga yang paling banyak dikutip media adalah Anies Baswedan (119.255 pernyataan). Posisi keempat mantan wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (115.486 pernyataan). Kelima diraih Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan 107.762 pernyataan.

Berturut-turut peringkat enam sampai sepuluh diisi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono (106.849 pernyataan), Sandiga Uno (104.048 pernyataan), Basuki Tjahaja Purnama (99.564 pernyataan), Gatot Nurmantyo (97.026 berita, serta Tjahjo Kumolo (93.031 pernyataan).

"Dari 100 nama yang jumlah pernyataannya paling banyak dikutip media, sebanyak 51 persen merupakan pejabat pemerintah. Sementara politisi sejumlah 18 persen, dari Polri/TNI sebanyak 13 persen," ucapnya.

"Kemudian 4 persen berasal dari dunia olahraga, yakni sepakbola. Sementara itu terdapat 14% yang memiliki latar belakang beragam seperti tokoh agama, pengamat, artis, pemain bola maupun pelatih," kata Rustika.

I2 juga mencatat, sebanyak 44 persen pemberitaan di media di Indonesia sepanjang 2017 diisi berbagai pernyataan politik. Yakni pilkada DKI, yang kemudian berdampak pada situasi keamanan dan hukum.

"Isu hankam mengambil porsi sebanyak 21 persen dan disusul berbagai pernyataan yang dikaitkan dengan urusan hukum," ujar Rustika.

Meskipun, dari sisi jumlah figur yang diberitakan sedikit, namun panggung dimunculkan terkait kasus hukum relatif besar.

Sementara itu, meskipun secara jumlah figur sosial cukup banyak, namun pernyataannya yang dikutip media sebesar 11persen, serupa dengan bidang ekonomi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X