PKB Tetap Tolak Uu Ruzhanul Ulum Jadi Pendamping Ridwan Kamil

Kompas.com - 27/12/2017, 18:43 WIB
Bupati Tasikmalaya sekaligus bakal calon wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, memperlihatkan surat keputusan persetujuan DPP PPP untuk calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Jabar di Pendopo Lama, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (25/10). Setelah Partai Nasdem dan PKB, PPP mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk maju menjadi Gubernur Jawa Barat 2018-2022 didampingi Uu Ruzhanul Ulum yang juga kader PPP. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc/17. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMIBupati Tasikmalaya sekaligus bakal calon wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, memperlihatkan surat keputusan persetujuan DPP PPP untuk calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Jabar di Pendopo Lama, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (25/10). Setelah Partai Nasdem dan PKB, PPP mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk maju menjadi Gubernur Jawa Barat 2018-2022 didampingi Uu Ruzhanul Ulum yang juga kader PPP. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc/17.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Jawa Barat Syaiful Huda meminta kepada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak terlalu ngotot mencalonkan kadernya untuk menjadi wakil gubernur pendamping bakal calon gubernur Ridwan Kamil dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

Seperti diketahui, PPP ngotot menyodorkan nama Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai pendamping Ridwan Kamil. PKB menyodorkan figur alternatif di luar kader partai pendukung Ridwan Kamil sebagai bakal calon wakil gubernur.

“Wakil belum final. Kita tetap tolak Pak Uu (jadi pendamping Ridwan Kamil). Karena itu, kita tetap menyodorkan opsi figur alternatif,” kata Huda saat ditemui di kantor DPW PKB Jawa Barat, Jalan Haruman, Kota Bandung, Rabu (7/12/2017).

Huda menambahkan, PPP diharapkan ikut dalam pilihan PKB yang juga sudah disetujui oleh Partai Nasdem. Sebab, PKB sudah menanggalkan ego untuk memundurkan dua kadernya yang juga mengajukan diri sebagai bakal calon wakil gubernur pendamping Ridwan Kamil, yakni dirinya dan Maman Imanul Haq.

”Untuk mencapai itu kita sudah enggak masalah, saya dan Maman sudah mundur. Jadi PPP harus melakukan yang sama. Kalau mau ngotot-ngototan popular vote kita jauh lebih tinggi, 26.000 suara,” tuturnya.

Baca juga : Jalan Buntu, PKB Usulkan Cawagub Ridwan Kamil dari Luar Partai Koalisi

Huda optimistis PPP ke depan bakal menyetujui opsi mencari calon wakil gubernur dari luar partai pendukung Ridwan Kamil.

Kompas TV Sejumlah nama mencuat sebagai wakil Ridwan Kamil dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018.

“Saya pada saatnya PPP akan menyetujui untuk mencari titik temu,” tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X