Peringati 13 Tahun Tsunami Aceh, Warga Zikir Bersama dan Nelayan Berhenti Melaut

Kompas.com - 26/12/2017, 16:31 WIB
Warga berziarah di makam massal korban bencan gempa dan tsunami Aceh di kawasan Ulhe Lheu Banda Aceh, sekaligus memperingati 13 tahun pasca bencana gempa dan tsunami. KOMPAS.com/Daspriani Y ZamzamiWarga berziarah di makam massal korban bencan gempa dan tsunami Aceh di kawasan Ulhe Lheu Banda Aceh, sekaligus memperingati 13 tahun pasca bencana gempa dan tsunami.
|
EditorFarid Assifa

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Sekitar 1.500 peserta berkumpul di Gedung Olahraga Universitas Malikussaleh (Unimal) di Cunda, Kota Lhokseumawe, Selasa (26/12/2017).

Mereka membaca ayat demi ayat suci Al Quran hingga khatam sebanyak 50 kali. Lantunan ayat suci itu dibalut tangis haru peserta mengenang peristiwa 13 tahun lalu, ketika tsunami dalam bahasa lokal disebut aloen buluek, menghantam sebagian besar Provinsi Aceh.

Sebagian dari mereka adalah korban tsunami. Mereka kehilangan keluarga, harta dan benda. Setelah mengaji, mereka berzikir dan bershalawat bersama.

Air mata menetes di pipi para peserta yang terdiri dari mahasiswa, staf dan dosen kampus itu. Gedung itu pun tak mampu menampung jumlah peserta hingga tempat duduk meluas ke halaman parkir.

Selain mendoakan arwah korban tsunami, dalam peringatan 13 tahun tsunami Aceh mereka mendoakan agar Palestina segera terlepas dari teror Israel dan warga Rohingnya terbebas dari intimidasi militer Myanmar.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Apridar mengatakan, kegiatan yang diberi nama "Unimal Mengaji" itu adalah rangkaian dari peringatan 13 tahun tsunami Aceh.

“Kita mendoagakan agar mereka yang telah tiada ketika tsunami menghancurkan Aceh, mendapat tempat di surga, diampuni dosanya,” sebut Apridar menahan haru.

Baca juga : 13 Tahun Melawan Lupa Perihnya Dampak Tsunami Aceh

Gema shalawat membuat bulu kuduk berdiri. Seluruh peserta tak kuasa menahan haru.

“Kita juga doakan agar dunia damai, Indonesia damai, Palestina damai, Rohingnya damai. Kita terus mendoakan agar tercipta perdamaian dunia,” terangnya.

Meski hari libur, peserta antusias membaca Quran, berzikir, dan berdoa kepada Sang Pencipta agar tsunami tak pernah menerjang bumi Aceh lagi.

Perhelatan doa dan zikir juga digelar di sejumlah tempat seperti Islamic Center, Lhokseumawe, Masjid Agung Baiturrahim Aceh Utara, dan kantor PMI Kota Lhokseumawe.

Baca juga : Jokowi Senang Lihat Respons Masyarakat atas Peringatan Dini Tsunami

Hari ini, nelayan pun berhenti melaut. Mereka menghentikan aktivitas sehari guna mendoakan nelayan yang tewas ketika tsunami terjadi di provinsi paling ujung Pulau Sumatera itu.

“Semoga kita bisa merenung, memetik hikmah dari peristiwa tsunami, menyatukan tekad untuk membela Palestina dan Rohingnya,” pungkas Apridar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X