Pendaki Dilarang Bawa Kembang Api dan Sajam saat Rayakan Malam Tahun Baru di Puncak Merapi

Kompas.com - 23/12/2017, 13:56 WIB
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). Libur tahun baru Islam satu Muharram dimanfaatkan sejumlah wisatawan untuk mendaki menikmati panorama alam dari ketinggian 2.968 meter di atas permukaan air laut (mdpl). ANTARA FOTO/Hendra NurdiyansyahPendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). Libur tahun baru Islam satu Muharram dimanfaatkan sejumlah wisatawan untuk mendaki menikmati panorama alam dari ketinggian 2.968 meter di atas permukaan air laut (mdpl).
|
EditorAprillia Ika

BOYOLALI, KOMPAS.com - Para pendaki yang ingin merayakan malam Tahun Baru 2018 di puncak Gunung Merapi dilarang membawa kembang api dan senjata tajam (sajam).

Larangan itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Bambang Sinung ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/12/2017).

"Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan kita melarang pendaki yang merayakan malam tahun baru di Puncak Gunung Merapi untuk membawa kembang api dan sajam," kata Bambang.

Baca juga : Malam Tahun Baru, Operasional Tempat Hiburan Malam di Jakarta Ditambah 1 Jam

Selain itu, Bambang juga melarang para pendaki untuk melakukan kegiatan perapian atau api unggun selama di puncak. Dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana kebakaran.

Sementara di Gunung Merapi terdapat dua jalur pendakian resmi yakni jalur pendakian Selo di Boyolali dan Jalur pendakian Sapuangin di Klaten.

Terpisah, relawan dari Pos Sapuangin Klaten, Heru Santosa menambahkan, ada pembatasan jumlah pendaki pada parayaan malam Tahun Baru 2018 di puncak Gunung Merapi yang naik via Pos Sapuangin Klaten.

Tahun lalu ada sekitar 150 pendaki yang naik merayakan Tahun Baru 2018 di puncak Gunung Merapi.

"Biasanya ada pembatasan jumlah pendaki. Tahun lalu yang baik melalui Pos Sapuangin Klaten ada 150 orang pendaki," kata dia.

Pihaknya mengimbau kepada para pendaki yang naik via Pos Sapuangin supaya memperhatikan perlengkapan logistik. Sebab, perjalanan ke puncak Gunung Merapi via Pos Sapuangin jaraknya cukup panjang.

"Sehingga penting pendaki memperhatikan persiapan logistik atau makanan. Karena jaraknya perjalanan menuju puncak cukup panjang," terang dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X