Kompas.com - 23/12/2017, 07:51 WIB
|
EditorAprillia Ika

NUNUKAN,KOMPAS.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nunukan Kalimantan Utara mengganjar Mansyur bin Maing (42) warga Kecamatan Sebatik pemilik kapal KM AMB III dengan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan denda sebsar 200 juta atau menjalani kurungan penjara 4 bulan.

Majelis hakim yang dipimin Nasrulloh menyatakan jika terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan kegiatan menangkap ikan dengan kapal tanpa memiliki ijin usaha yang melanggar Undang Undang Perikanan.

"Terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana melakukan penangkapan ikan yang tidak memiliki ijin,"ujarnya Kamis (21/12/2017).

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Nunukan Jalan Ujang dewa Sedadap Nunukan pada Jumat pukul 16:30 Wita dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa sempat membuat terdakwa terlihat terbengong ketika hakim membacakan putusannya.

Hakim bahkan sampai 3 kali menanyakan tanggapan terdakwa terhadap putusan hakim yang menghukumnya 1 tahun 10 bulan penjara.

Hukuman tersebut lebih ringan 8 bulan dari tunutuan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa 2 tahun 6 bulan penjara.

Terdakwa kemudian mengambil langkah pikir pikir tehadap putusan tersebut setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya. “Kami pikir pikir dulu,” ujarnya.Mansyur.

Majelis Hakim PN Nunukanjuga menjatuhkan hukuman selama 1 tahun 5 bulan penjara serta denda 200 juta rupiah atau menjalani kurungan 4 bulan penjara bagi nahkoda kapal KM AMB III Jupri Bandi. Terhadap putusan hakim tersebut Jurpi Bandi juga mengaku masih pikir pikir terhadap vonis hakim tersebut.

Terhadap vonis kedua pelaku pidana kelautan tersebut jaksa penuntut umum kejaksaan meger Nunukan Bambang Widianto SH langsung menyatakan banding.

KMN. AMB III bersama 11 Anak Buah Kapal (ABK) ditangkap KRI Kerapu bernomor lambung 812 saat melaut di Perairan Laut Sulawesi atau sekitar Pulau Bunyu pada posisi 03°46´13?U–118°03´16 pada Sabtu (30/09/2017).

Kapal yang dinakhodai Jupri Bandi (43) warga Tanjung Aru kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara tersebut diketahui menangkap ikan secara ilegal.

Kapal milik pengusaha Sebatik bernama Mansyur bin Maing (42) tersebut di ketahui menangkap ikan tanpa memiliki kelengkapan dokumen sebagai kapal penangkap ikan. Kapal KMN. AMB III tidak dilengkapi dokumen kapal, seperti Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Pernyataan Berlayar (SPB) dari pemerintah Republik Indonesia.

Kompas TV Terlibat Pencurian Ikan, 239 Nelayan Vietnam Dipulangkan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.