Aktivitas Pendaki di Gunung Semeru Ganggu Aktivitas Macan Tutul

Kompas.com - 20/12/2017, 18:03 WIB
Eksotika Ranu Kumbolo, salah satu danau di jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur, Sabtu (23/9/2017). KOMPAS.com/Andi HartikEksotika Ranu Kumbolo, salah satu danau di jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur, Sabtu (23/9/2017).
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Semeru per 1 Januari 2018. 

Selain karena faktor cuaca, penutupan jalur pendakian Gunung Semeru untuk recovery atau pemulihan ekosistem di kawasan gunung setinggi 3.676 mdpl. Termasuk pemulihan ekosistem satwa liar yang pergerakannya dinilai terganggu akibat aktivitas pendakian.

"Selama pendakian dibuka, satwa ini terganggu. Aktivitas pengunjung menjadi penghalang bagi satwa liar untuk beraktivitas," kata Kepala Resort Ranupani pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Agung Siswoyo dalam konferensi pers di kantor Balai Besar TNBTS, Kota Malang, Rabu (20/12/2017).

Agung menjelaskan, salah satu satwa liar yang paling terganggu dengan aktivitas pendakian adalah macan tutul dan kijang.

(Baca juga : Mulai 1 Januari 2018, Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total )

Selama ini, kijang kerap ditemui di Blok Jambangan dan Cemoro Kandang. Sementara kedua blok itu menjadi rute pendakian menuju puncak Mahameru. Dengan begitu, penutupan jalur pendakian itu diharapkan bisa memberi ruang kepada satwa liar untuk leluasa beraktivitas.

"Untuk memberikan ruang kepada satwa ini untuk melakukan aktivitas sosialnya," jelasnya.

Sementara untuk macan tutul, pihaknya pernah mendapatkan laporan dari salah seorang pendaki yang pernah melihat macan tutul di Pos 3, yakni pos sebelum Ranu Kumbolo.

Diduga, kondisi hutan yang lebat di bawah Pos 3 menjadi habitat macan tutul. Sedangkan di atas Pos 3 terdapat danau kecil yang terisi saat musim penghujan. Itu artinya, jalur pendakian di Pos 3 menjadi perlintasan macan tutul untuk menggapai danau tersebut.

"Kita duga Pos 3 merupakan jalur lintasan macan tutul. Dari hutan yang lebat di bawahnya menuju kawasan di atasnya. Di sana ada danau, tapi hanya terisi air saat musim hujan," ungkapnya.

(Baca juga : Petik Edelweis di Gunung Semeru, Pendaki Ini Dilarang Mendaki Seumur Hidup )

Selain itu, ekosistem tumbuhan juga banyak yang rusak akibat aktivitas pendaki. Namun, kerusakannya dianggap tidak terlalu banyak. Ekosistem tumbuhan itu diharapkan bisa pulih kembali dengan adanya penutupan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X