Kompas.com - 19/12/2017, 09:33 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai menghadiri rapat koordinasi pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (13/12/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai menghadiri rapat koordinasi pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (13/12/2017).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Indonesia Strategic Institute atau Instrat merilis hasil suvei untuk memotret pesepsi warga Jawa Barat menjelang Pilkada Jawa Barat 2018.

Hasilnya, untuk sisi popularitas, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kalah dibandingkan dengan Deddy Mizwar. 

Popularitas Deddy Mizwar berada di angka 92 persen, Ridwan Kamil 83 persen, dan Dedi Mulyadi 65 persen. Deddy Mizwar lebih dikenal melalui televisi, sementara Ridwan Kamil lebih menguasai media sosial.

Namun, untuk sisi elektabilitas, Ridwan Kamil dengan angka 28 persen berada di atas Deddy Mizwar yang memiliki angka16 persen dan Dedi Mulyadi di angka 13 persen. Nama lainnya, seperti Puti Guntur Soekarno dan Anton Charliyan, angkanya di bawah 5 persen. 

"Secara umum hasil surveinya masih menunjukkan indikasi yang sama dengan hasil-hasil survei sebelumnya, juga mengonfirmasi hasil survei lembaga berbeda nomor pertama masih Kang Emil, kedua Bang Deddy Mizwar, dan ketiga Kang Dedi Mulyadi," ungkap analis sosial Instrat, Adi Nugroho, Senin (18/12/2017) malam.

Adi menambahkan, ada fenomena unik ketika skema survei memasangkan Emil—sapaan akrab Ridwan Kamil—dengan siapa pun kandidat-kandidat partai politik pendukungnya yang diseleksi melalui jalur konvensi. 

"Yang menarik pada saat kombinasi dilakukan antara cagub dan cawagub dari Kang Emil jika dipasangkan berpotensi menurunkan elektabilitas beliau," ujarnya. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ridwan Kamil di Mata Wakil Rakyat Kota Bandung

Dengan kondisi demikian, kemungkinan besar persaingan kontestasi Pilkada Jawa Barat 2018 setelah pendaftaran bakal ketat. Dalam hasil survei, jika Emil berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum sebagai kandidat yang memiliki elektabilitas tertinggi dari kader-kader partai pendukung Emil, seperti Maman Imanulhaq, Syaiful Huda, Saan Mustopha, Asep Mousul, dan Daniel Mutaqien, elektabilitasnya turun dari 28 persen menjadi 21 persen. 

Emil-Uu akan bersaing ketat dengan pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu dengan elektabilitas 14 persen dan Dedi Mulyadi-Anton Charliyan dengan elektabilitas 9 persen.

"Disparitas antara Kang Emil dan Kang Deddy Mizwar semakin kecil," katanya. 

Setelah diteliti, lanjut Adi, elektabilitas Emil turun setelah dipasangkan akibat sebagian pemilihnya kabur, terutama pemilih yang masih mengambang (swing voters). 

"Saat dipasangkan dengan cawagub lain, nilai yang belum menentukan jawaban menjadi tinggi," katanya. 

Baca juga: Putus Dengan Golkar, Ridwan Kamil: Saya Ikhlas...

Adi berpendapat, jika pasangan yang sudah diskemakan dalam survei dipertahankan, masyarakat bisa menikmati pesta demokrasi Pilkada Jawa Barat 2018 yang kompetitif. 

"Pasangan Deddy Mizwar-Syaikhu berpeluang membuat persaingan menjadi lebih ketat," lanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X