Bekas Medan Pertempuran Disulap Jadi Taman Wisata Terbesar di Priangan Timur - Kompas.com

Bekas Medan Pertempuran Disulap Jadi Taman Wisata Terbesar di Priangan Timur

Kompas.com - 18/12/2017, 10:59 WIB
Pintu masuk taman wista Karang Resik di Kota Tasikmalaya pada malam hari.Undang Sudrajat Pintu masuk taman wista Karang Resik di Kota Tasikmalaya pada malam hari.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Setelah sempat mati selama sepuluh tahun, Taman Wisata Karang Resik, di Jalan Mohammad Hatta, Kota Tasikmalaya, akhirnya dibuka kembali dengan wajah baru.

Tempat wisata ini tidak hanya menghadirkan taman wisata air, tetapi juga ada farm house, flying fox melintas Sungai Citanduy sepanjang 110 meter, sepeda di atas pohon, rumah pohon, ragam taman bunga, ayunan ke sungai, taman burung, agro wisata sampai menjadi pusat kuliner.

Direktur Taman Wisata Karang Resik Undang Sudrajat mengatakan, dengan luas areal 32 hektar, Karang Resik diklaim menjadi tempat wisata terbesar di Priangan Timur.

Menurut Undang, penampilan baru destinasi wisata ini diharapkan bisa bersaing dengan wisata di Bandung dan lainnya.

"Setelah dua tahun dibangun dan sekarang dibuka, alhamdulillah bisa diterima oleh wisatawan. Terbukti yang datang cukup banyak," kata Undang kepada Kompas.com, Senin (18/12/2017).

Saat ini, pihaknya masih terus mengembangkan spot wisata di Karang Resik. Harapannya tiga bulan ke depan ada tempat baru yang bisa dikunjungi dan dinikmati.

Baca juga : Warga Tangkap Buaya yang Masuk ke Pulau Wisata di Maluku Tengah

Selain objek wisata, Karang Resik juga akan dijadikan sentra kuliner di Tasikmalaya. Lebh dari seratus jenis jajananan akan ditampilkan. Termasuk kuliner di perahu yang cukup besar.

Rika Sudrajat, salah satu wisatawan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan, tempat wisata ini cukup bagus dan menarik.

"Tempatnya enak dan menarik. Ini menjadi ikon wisata Tasikmalaya," katanya.

Wisatawan mengunjungi Taman Wisata Karang Resik di Kota Tasikmalaya, belum lama ini.Undang Sudrajat Wisatawan mengunjungi Taman Wisata Karang Resik di Kota Tasikmalaya, belum lama ini.

Rika datang ke Karang Resik dengan membawa rombongan mahasiswa internasional yang kuliah di pascasarjana dari 15 negara.

Rombongan dari ITB diterima dengan tarian Jaipongan di lesehan kayu. Mereka cukup senang berada di Karang Resik.

Lokasi pertempuran

Karang Resik juga memiliki sejarah heroik bagi orang Tasikmalaya. Pada agresi militer pertama Agustus 1947, Belanda ingin masuk ke Kota Tasikmalaya, dihadang oleh tentara RI dan rakyat Tasikmalaya.

Baca juga : Bupati Bener Meriah Menangis usai Bongkar Gubuk Mesum di Lokasi Wisata Ali-ali

Di jembatan Karang Resik, saat Belanda datang dari arah timur, dihadang oleh para pejuang. Pertempuran yang berlangsung selama dua hari ini, Belanda kalah.

Saat itu, untuk evakuasi tentara Belanda yang tersisa, datang pesawat pengebom. Pejuang akhirnya membakar jembatan agar penjajah tak masuk Tasikmalaya.

Kemenangan itu diabadikan ditugu perjuangan. Bekas jembatan itu juga masih ada dan menjadi ikon di Karang Resik.


EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X