Aiptu Suddin Kini Kerahkan Keluarganya untuk Menebar Virus Literasi

Kompas.com - 17/12/2017, 20:45 WIB
Karena prihatin dengan pergaulan anak dan remaja yang terjerat narkoba dan obat-obat terlarang lainnya menginspirasi Aiptu Suddin, petugas Polres Polewali Mandar, mendirikan taman baca untuk anak-anak dan remaja di lingkunganya. KOMPAS.ComKarena prihatin dengan pergaulan anak dan remaja yang terjerat narkoba dan obat-obat terlarang lainnya menginspirasi Aiptu Suddin, petugas Polres Polewali Mandar, mendirikan taman baca untuk anak-anak dan remaja di lingkunganya.
|
EditorAmir Sodikin

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.COM - Usia lanjut di masa akhir pengabdiannya sebagai aparat polisi tak mengurangi semangat Aiptu Suddin berhenti menebar virus literasi kepada anak-anak desa di kampung halamannya di Jambu Tua, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Aiptu Suddin yang akan memasuki masa pensiun awal tahun 2018 justru semakin bersemangat mengkampanyekan budaya membaca. Suddin bahkan mengerahkan keluarga dan anak-anaknya menjadi sumber inpirasi dalam mendorong anak-anak desa agar melek atau sadar membaca.

Aiptu Suddin kepada Kompas.com menyatakan, kelak ketika ia pensiun dari dinas kepolisian ia akan lebih fokus menekuni kegiatan sosial ini. Suddin sendiri menilai gerakan literasi yang dimulai dengan mendirikan perpustakaan di rumahnya adalah sebuah amal ibadah di akhir masa pensiunnya.

Suddin bahkan mengaku menemukan dunia baru di masa akhir tugasnya sebagai anggota polisi yang berdinas di Polres Polewali Mandar. Suara anak-anak rebutan buka saat mebuka lapak buku di sudut-sudut jalan atau lokasi stategis lainnya yang mudah dijangkau warga dan anak-anak, menjadi kenikmatan tersendiri bagi Suddin.

“Rasanya senang dan bahagia kalau anak-anak tampak rebutan buku saat sedang buka lapak baca. Terus terang kebahagiana ini tidak bisa saya ukur dengan harga atau materi,” jelas Suddin.

Baca juga : Cegah Pergaulan Bebas, Aiptu Suddin Sulap Teras Rumahnya Jadi Taman Baca

Suddin berkeyakinan, banyaknya anak-anak remaja terjerumus ke dalam dunia kejahatan seperti narkotika, tawuran kelompok, dan tindak kriminal lainnya salah satu pemicunya karena mereka miskin literasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena prihatin dengan pergaulan anak dan remaja yang terjerat narkoba dan obat-obat terlarang lainnya menginspirasi Aiptu Suddin, petugas Polres Polewali Mandar mendirikan taman baca untuk anak-anak dan remaja di lingkunganya.KOMPAS.com/Junaedi Karena prihatin dengan pergaulan anak dan remaja yang terjerat narkoba dan obat-obat terlarang lainnya menginspirasi Aiptu Suddin, petugas Polres Polewali Mandar mendirikan taman baca untuk anak-anak dan remaja di lingkunganya.
Karena alasan itulah Suddin yang hendak mengisi masa tuanya setelah pensiun berencana akan membuat gerakan membaca makin luas tidak hanya di desanya. Suddin berharap semangat membaca di kalangan anak-anak dan remaja kelak bisa mendorong pendidikan dan pengetahuan mereka.

“Cukuplah orangtua kita dahulu miskin sumber bacaan dalam meningkatkan kualitas diirnya. Sekarang kita dorong agar semua anak-anak kita sadar membaca dan mencintai buku," katanya.

Berkat usahanya yang tulus menyelipkan sebagain gajinya setiap bulan secara rutin untuk membeli buku dan menambah buku perpustakaannya, kini koleksinya makin bertambah banyak. Ditambah lagi makin banyak donatur yang menyumbangkan koleksi buku-buku bacaan ke perpustakaan miliknya.

Suddin mengaku beberapa bulan terakhir mulai banyak mendapat kiriman-kiriman buku dari luar daerah seperti Jawa dan donatur lokal yang bersimpati dengan gerakan membaca yang sedang ia galakkan bersama keluarganya.

Suddin kini tak hanya membuka taman baca di rumahnya. Ia memperluasnya hingga di sejumlah ruas jalan dan tempat-tempat strategis di Polewali Mandar yang mudah dijangkau.

Tujuannya agar warga dan anak-anak bisa lebih termotivasi untuk membaca atau memanfaatkan waktu luang mereka kapan saja.

Jika semula hanya Suddin yang mengelola taman baca miliknya, Suddin kini mengerahkan keluarga dan anak-anaknya.

Suddin kerap mengajak tiga anaknya yaitu Hendra Saputra, Dedy Irianto, dan Heri Purwanto, termasuk dua anak angkatnya, Atmasari dan Citrayani, terutama di hari Sabtu, Minggu, dan waktu liburan. Anak-anak Suddin diharapkan bisa menjadi motivator warga dan anak-anak agar gerakan membaca bisa lebih membumi.

Salah satu kendala yang dihadapi Suddin adalah karena koleksi bukunya masih terbatas, sementara warga dan anak-anak kerap mencari buku-buku tertentu yang ia tidak miliki.

Menurt Suddin, buku yang paling banyak dibaca warga terutama anak-anak adalah buku-buku komik, dongeng, buku sejarah, dan buku-buku agama.

Gerakan taman baca yang dimotori Suddin mulai dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar, terutama anak-anak sekolah yang selama ini miskin sumber bacaan.

“Sangat membantu. Anak-anak yang semula tidak punya tempat wisata baca kalau hari libur, kini bisa memanfaatkan taman baca milik Suddin, dan itu sangat disukai anak-anak,” jelas Arifin salah satu warga yang merasakan dampat positif dengan hadirnya taman baca yang ia sebut perpustaan desa di kampungnya.

Untuk menebar virus literasi yang lebih luas, Suddin kini sedang berencana membuka cabang baru di desa Anreapi selain mengelola taman baca di rumahnya.

Jika semula hanya memanfaatkan ruang tamu untuk membaca, Suddin kini menyulap teras rumah dan samping rumahnya menjadi tempat membaca. Hanya saja saat ini Suddin belum memiliki sarana pendukung seperti meja dana kursi agar warga dana anak-anak yang datang membaca bisa lebih nyaman.

Suddin yakin, makin banyaknya kesempatan anak-anak dan remaja untuk melakukan kegiatan positif, mereka tidak lagi mudah terjerumus ke dalam tindak kriminal serta tidak lagi punya kesempatan untuk keluyuran di jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.