Basarnas Lakukan Pencarian Dua Bocah Hilang di Manado

Kompas.com - 17/12/2017, 14:21 WIB
Tim Basarnas Manado bersiap melakukan pencarian terhadap dua bocah yang terseret arus sungai di Manado, Minggu (17/12/2017) Basarnas ManadoTim Basarnas Manado bersiap melakukan pencarian terhadap dua bocah yang terseret arus sungai di Manado, Minggu (17/12/2017)
|
EditorAmir Sodikin

MANADO, KOMPAS.com- Tim Badan SAR Nasional ( Basarnas) Manado yang didukung berbagai unsur lainnya, Minggu (17/12/2017) terus melakukan upaya pencarian terhadap dua bocah yang hilang. Kedua bocah itu terseret arus sungai di dua lokasi berbeda pada Sabtu (16/12) kemarin.

Kota Manado dan sekitarnya dalam beberapa hari belakangan dilanda cuaca ekstrem yang disertai hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya sungai-sungai meluap.

Rayhan, bocah berusia 3 tahun terseret arus sungai di Dendengan Dalam saat sedang bermain di talud bersama rekannya Mudafar (3). Saat sendal mereka jatuh, keduanya berusaha mengambilnya.

Arus pun menyeretnya. Hingga kini Rayhan belum diketahui nasibnya dan sementara dalam pencarian. Sementara Mudafar selamat karena langsung ditemukan.

Korban lainnya di lokasi yang berbeda adalah Marchela Gumansalangi (5). Bocah perempuan ini mengalami nasib naas, saat sedang bersama orangtua mereka Klintn Gumansalangi dan Jein Leatemia mengendarai sepeda motor melintasi jalan bertebing di Malendeng. Tiba-tiba tebing longsor dan menghempas sepeda motor yang dikendarai ayahnya.

Baca juga : Normalisasi Sungai di Manado Mundur dari Target

Sepeda motor yang mereka kenderai terhempas dan Marsela terlempar ke arah sungai. Kedua orangtuanya selamat, namun Marsela terseret arus sungai dan hingga kini masih dalam pencarian.

"Hari ini Basarnas menurunkan 15 personil yang terbagi dalam dua tim," ujar Staff Humas Basarnas Manado, Ferry Arianto.


Warga membersihkan rumah

Minggu ini, warga yang pemukimannya dilanda banjir pada Sabtu malam, mulai membersihkan rumahnya. Beberapa wilayah di Kota Manado sempat dilanda banjir dan longsor.

Ketinggian air bervariasi dari hanya 10 centimeter hingga 50 centimeter dan memaksa warga harus mengungsi dan menyelamatkan barang berharga mereka.

Di Kampung Kanari, ketinggian air di Sungai Tondano hampir menyentuh angka tiga meter pada patok ukur Pos Pemantau Ketinggian Air. Level itu dalam level bahaya.

Beruntung hujan mereda dan menjelang tengah malam air mulai surut. Situasi tadi malam sempat memburuk, karena beberapa kali listrik pun padam.

"Di lokasi ini ada sekitar 28 rumah yang terdampak banjir," ujar Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Dendengan Luar, Diana Polii.

Kota Manado yang dialiri oleh lima sungai memang rawan banjir. Jika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam jangka waktu lebih dari 3 jam, beberapa wilayah dipastikan terendam banjir. Drainase yang buruk juga memberikan kontribusi bagi sering terjadi banjir di Manado.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X