Langgar Kode Etik, 50 Anggota KPU di Papua Diberhentikan

Kompas.com - 15/12/2017, 19:52 WIB
Ilustrasi KPULUCKY PRANSISKA Ilustrasi KPU

JAYAPURA, KOMPAS.com — Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan sekitar 50 anggota Komisi Pemilihan Umum ( KPU) di Papua, dalam empat tahun terakhir.

Informasi itu terungkap dalam roadshow Polda Papua yang dikemas melalui dialog interaktif bertema Pelaksanaan Pilkada Damai dan Demokrasi di Papua Tahun 2018, di Swissbel Hotel Jayapura, Kamis (14/12).

Menurut Ketua KPU Papua Adam Arisoi, oknum-oknum anggota KPU tersebut, rata-rata melakukan pelanggaran etik dalam pelaksanaan pemilu, yang terjadi sejak Pemilu 2014.

“Kurang lebih ada 50 anggota KPU yang telah diberhentikan dalam 4 tahun. Terakhir 5 komisioner KPU Tolikara yang diberhentikan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada tahun 2017 ini,” tegasnya.

(Baca juga : Ketua KPU: Salah Sedikit Saja, Pemilu Akan Disebut Gagal )

Adam menuturkan, ke-50 anggota KPU di Papua diberhentikan karena tidak profesional dalam bekerja dan terkesan memihak salah satu kandidat bupati dalam Pilkada.

“Dalam aturan sangat jelas, anggota KPU yang terbukti tidak netral dan taat pada regulasi wajib mendapatkan sanksi berat yakni diberhentikan sebagai penyelenggara pemilu," tegasnya.

Berkaca dari pengalamanan ini, Adam akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh anggota KPU menjelang pemilihan gubernur dan Pilkada serentak di Papua tahun 2018.

Di tempat yang sama, Anggota Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) RI Teguh Prasetyo menyebutkan, pelanggaran integritas menjadi penyebab utama banyaknya oknum penyelenggara Pemilu di Papua diberhentikan.

(Baca juga : Hari Ini, KPU Mulai Verifikasi Faktual 12 Partai Politik )

Teguh menegaskan, DKPP akan terjun langsung memberikan pembinaan bagi penyelenggara Pemilu, bukan hanya mendengar laporan masyarakat. "Kami telah menyiapkan sebanyak empat modul. Salah satu modul ini ditujukan kepada penyelenggara pemilu,” katanya.

Teguh menjelaskan, setiap tahun, pengaduan terbanyak berasal dari Papua. 

“Tahun 2012 ada 1 laporan, 2013 ada 53 laporan, 2014 ada 121laporan, 2015 ada 44 laporan, 2016 ada 49 laporan, 2017 ada 104 laporan. Jadi totalnya ada 372 laporan untuk Papua, " tuturnya.


EditorReni Susanti

Terkini Lainnya

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Regional
200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

Regional
Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Regional
Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Internasional
Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Nasional
Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Megapolitan
Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Regional
Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Regional
Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

Nasional
Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Regional
Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

Internasional
Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

Internasional
3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

Regional
Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

Regional
Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan

Close Ads X