Badai Cempaka, 1 Desa di Gunungkidul Sulit Diakses akibat Jalan Tertutup Longsor

Kompas.com - 15/12/2017, 09:35 WIB
Warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Harus Berjuang Melewati Longsoran Kompas.com/Markus YuwonoWarga Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Harus Berjuang Melewati Longsoran
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bukit setinggi 200 meter di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mengakibatkan warga tiga dusun kesulitan beraktivitas. Sebab, jalur satu-satunya akses warga untuk beraktivitas tertutup longsor.

Kasi Logistik dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sutaryono mengatakan, untuk dampak badai cempaka pada 28 November lalu, masih ada satu desa, yakni Tegalrejo yang masih sulit diakses. Sebab, jalan menuju tiga dusun masih tertutup material longsoran.

"Masih ada satu lokasi yang sulit dijangkau, karena tertutup material longsoran di Desa Tegalrejo, Gedangsari. Di sana masih ada material longsor yang menutup akses masyarakat. Kami sudah melakukan survei ke sana tetapi memang kondisinya sulit, bahkan operator alat berat tidak berani ke sana," katanya saat dihubungi, Jumat (15/12/2017).

Dia mengatakan, satu-satunya jalan sudah bisa diakses kendaraan roda dua. Untuk membersihkan harus secara manual karena sulitnya medan.

"Sudah terbuka aksesnya walaupun hanya separuh," ucapnya.

Dari pantauan Kompas.com, warga harus bertaruh nyawa saat melintas di jalan yang menghubungkan antar-dusun ini. Hal ini lantaran material longsoran menutupi jalur itu pada 28 November lalu saat badai siklon Cempaka berembus di Yogyakarta, dan sekitarnya.

Baca juga : Terjadi Tanah Longsor di Tawangmangu, 300 Warga Mengungsi

Sudah 16 hari pasca-longsor, material bekas longsoran masih dibiarkan menumpuk dan menutup sebagian besar jalan.

Jalan yang sebelumnya bisa dilalui mobil hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, dengan medan penuh lumpur, dan di samping jalan terdapat jurang.

Beberapa orang warga desa setempat berusaha memecahkan batu secara manual menggunakan palu dan alat bantu sederhana lainnya. Batu dengan diameter sekitar 20 meter sewaktu-waktu bisa longsor dan menimpa jalan tersebut.

Salah seorang warga, Satiman mengaku ia setiap hari melewati jalan tersebut meski kondisinya cukup berbahaya. Jalan tersebut biasa dilalui warga dari tiga dusun, yakni Ngipik, Ketelo dan Gupit.

"Jalan putus semua. Tidak ada jalan lain. Ya, takut jalan kayak gitu. Takutnya ya jatuh, karena licin," katanya ditemui di lokasi.

Jembatan kecil pun hilang tersapu tanah. Warga berinisiatif membangun jembatan sederhana dari bambu. "Belum ada bantuan perbaikan jalan," ucap Satiman.

Warga lainnya, Bintang Eko Saputro berharap pemerintah segera membantu membersihkan material longsoran, sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.

"Ya, ada rasa takut was-was. Harapannya itu segera dibenahi. Semoga ada tindakan dari pemerintah sehingga jalannya bisa kembali normal," tuturnya.

Baca juga : Warga yang Kehilangan Tempat Tinggal karena Banjir dan Longsor di Wonogiri Akan Diberi Uang Sewa Rumah

Kepala desa Tegalrejo, Sugiman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait perbaikan infrastruktur dan rumah.

"Untuk perbaikan jalan antar-dusun tersebut kami sudah mendatangkan operator backhoe (alat berat), tetapi memang tidak ada yang berani di sana karena kondisinya seperti itu," katanya.

Dia mengatakan, ada dua dusun, yakni Ketelo dan Ngipik yang terdampak longsor, karena ada dua rumah yang rusak parah tertimpa longsoran. Sementara puluhan lainnya terancam. Pihaknya bersama pemda DIY berupaya merelokasi warga.

"Kita berencana melakukan relokasi warga yang terancam, dengan menyediakan tanah sultan ground. Tetapi kami masih menunggu koordinasi masing-masing dukuh. Kemungkinan tahun depan untuk tahap rehap rekon karena tahun ini tidak bisa," ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X