Kompas.com - 15/12/2017, 07:38 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar saat ditemui di Puskesmas Garuda, Bandung, Kamis (14/12/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIKepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar saat ditemui di Puskesmas Garuda, Bandung, Kamis (14/12/2017).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar menyatakan, ada kelalaian pihak ketiga dalam kasus pembuangan limbah medis berbahaya di sebuah tempat (TPS) Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Karena ini masalah wanprestasi dari pihak ketiga itu. Rumah sakit karena sudah kerja sama dengan PT Java Medivest, kemarin itu hasilnya melimpahkan ke beberapa pengelola sampah juga, namanya saya lupa, LH yang menentukan karena sudah ada sertifikat," ucap Dodo saat ditemui di Puskesmas Garuda, Bandung, Kamis (14/12/2017) kemarin.

Dodo menjelaskan, sesuai aturan, limbah medis berbahaya tak boleh dibuang di tempat pembuangan sampah umum masyarakat dan harus dimusnahkan dalam waktu paling lama dua hari sejak diangkut.

"Makanya itu memerlukan teknologi yang jelas. Dari hasil pertemuan itu ada ketidakseimbangan antara jumlah sampah yang makin banyak dengan inseneratornya. Sedangkan untuk memproses itu perlu izin, nah itu ada ketidaksiapan rekanan, jadi terbengkalai," tuturnya.

Baca juga : KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

Selama proses penyelidikan, kata Dodo, PT Java Medivest telah diberhentikan operasinya. Kementrian Lingkungan Hidup telah menunjuk perusahaan lain untuk mengelola limbah medis berbahaya di wilayah Cirebon.

"Solusinya karena Medivest ini off maka dialihkan ke beberapa pengelola limbah lain, terutama masalah pengolahan. Nama-namanya yang merekomendasika KLH, kita tentunya hanya memfasilitasi supaya jangan sampai masalah limbah ini merugikan masyarakat," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan sebelumnya, limbah medis alat-alat kesehatan yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) berserakan di tempat pembuangan sementara (TPS) Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Limbah ini memenuhi sekitar 200 meter persegi TPS yang berada di pinggir jalan umum dan pinggir sungai.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI, dan Polri menyegel tempat penemuan limbah medis di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/12/2017).

Baca juga : Aparat Segel Lokasi Pembuangan Limbah Medis di Cirebon

KLHK mengamankan banyak barang bukti dan akan menindaklanjuti hasil investigasi awal untuk membongkar dugaan adanya pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembuangan limbah medis. Pihak yang terlibat termasuk sejumlah rumah sakit.

Kompas TV Pihak KemenLHK sudah menyegel tempat penemuan limbah medis.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.