Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Pendamping Ridwan Kamil Disarankan dari Santri

Kompas.com - 14/12/2017, 20:34 WIB
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti (tengah) ketika ditemui dalam sebuah diskusi di D Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).  KOMPAS.com/ MOH NADLIRDirektur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti (tengah) ketika ditemui dalam sebuah diskusi di D Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).
|
EditorErwin Hutapea


BANDUNG, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, disarankan agar teliti dalam menentukan calon wakil gubernur pendampingnya pada Pilkada Jawa Barat 2018 meski lewat jalur konvensi atau beauty contest.

Analis Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, memerlukan sosok wakil gubernur yang mampu meningkatkan elektabilitasnya pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Salah satu pilihan paling realistis adalah menggandeng figur yang merepresentasikan kalangan santri. Sebab, ekspektasi sebagian masyarakat Jawa Barat, menurut dia, menunjukkan harapan adanya pemimpin dari kalangan pesantren.

"Harus memilih figur yang mendorong kelompok santri masuk (memilih) ke dia (Emil)," kata Ray saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (14/12/2017).

Ray menambahkan, selain untuk meningkatkan elektabilitas, pasangan dari kalangan santri menjadi salah satu bentuk antisipasi isu SARA yang berpotensi besar bakal ditujukan kepadanya sebagai calon gubernur pemilik elektabilitas tertinggi saat ini.

“Itu cukup untuk membentengi agar dia tidak diserang isu SARA," ungkapnya.

Ray memprediksi, pola penggunaan isu SARA seperti di DKI Jakarta kemungkinan besar akan dicoba oleh lawan politik Emil. Menurut dia, isu-isu tersebut sudah mulai bermunculan meski masih sedikit.

“Seberapa intensitasnya? Kita tidak tahu. Saat ini sudah ada partai yang mengasosiasikan ini itu. Calonnya juga dilabeli dengan istilah keagamaan,” tuturnya.

Baca juga: Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Tak Khawatir Jadi Jomblo

Jika isu-isu SARA digunakan untuk menyerang Emil, bukan tidak mungkin elektabilitas Wali Kota Bandung tersebut bakal terimbas dan melorot.

“Banyak sedikitnya (isu) akan relatif. Sedikit banyaknya akan dicoba. Ini akan memberi efek elektoral," katanya.

Lebih lanjut, Ray menambahkan, selain menepis isu-isu SARA, kehadiran sosok religius dari kalangan santri sangat krusial untuk Emil mengingat masyarakat Jawa Barat yang terkenal religius. Selain itu, yang tidak kalah penting yaitu hadirnya sosok tersebut mampu mengimbangi sosok Emil yang identik dengan ideologi nasionalis.

"Figur dia nasionalis. Jadi dia membutuhkan tandem yang santri, dekat dengan kelompok agama. Bicara politik Jawa Barat, harus bicara santri," tuturnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

Regional
Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Regional
Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Regional
Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Regional
Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Regional
Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X