Kisah Kakek Samidan Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot Tak Layak Huni

Kompas.com - 14/12/2017, 16:36 WIB
|
EditorReni Susanti

BIREUN, KOMPAS.com - Samidan (65) seorang kakek miskin warga Desa Alue Buya Gampong, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh menghabiskan masa tuanya seorang diri di gubuk reyot tak layak huni.

Walau kondisi paha sebelah kanannya tak sempurna, ia tetap berusaha keras untuk mendapatkan biaya hidup sehari-hari. Ia  bekerja mengkukur kelapa warga lain.

“Paha saya sebelah kanan cedera sudah lama. Dulu tidak ada biaya untuk berobat, sampai sekarang seperti ini. Sehari-hari saya bekerja mengkukur kelapa milik orang lain untuk biaya makan,” kata Samidan kepada wartawan, Kamis (14/12/17).

Samidan mengaku, upah mengkukur kepala milik orang lain secara manual rata-rata Rp 5.000-Rp 10.000 per hari.

“Sekarang saya tidak sanggup kerja lain karena kondisi sudah tua. Paling mengkukur kelapa orang lain, satu hari dapat Rp 5.000, karena satu hari paling 30 kelapa sanggup saya kukur,” katanya.

(Baca juga : Kisah Syamsi, Istri dan 5 Anaknya Tinggal di Gubuk Reyot yang Sudah Miring)

Rumah gubuk berukuran 2x3 meter itu terbuat dari dinding daun kelapa dan atap rumbia. Kondisi sebagian atap dan dinding telah lama rusak dan terbuka. Akibatnya saat musim hujan, Kakek Samidan terpaksa tidur dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

“Kalau hujan basah, karena atap dan dinding sudah banyak bocor, mau saya perbaiki tidak ada biaya. Saya berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah, karena kalau hujan basah,” harapnya.

kakek Samidan bercerita, beberapa tahun lalu didatangi orang yang dikiranya dari pemerintah. Orang itu meminta uang Rp 500.000 untuk pengurusan rumah bantuan untuknya. Namun setelah uang diberikan rumahnya tak kunjung diperbaiki.

“Dulu ada datang orang diminta uang Rp 500.000 untuk biaya pengurusan rumah. Tapi sampai sekarang tidak kembali, malah KTP saya yang asli tidak dikembalikan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Badrudin (55) kepala dusun di Desa Alue Buya Gampong, Kecamatan Jangka, mengaku prihatin dengan kondisi Kakek Samida.

 

(Baca juga : Satu Keluarga Tinggal di Gubuk Reyot, Tak Makan Sehari Sudah Biasa)

Badrudin mengatakan, beberapa waktu lalu ia mengajukan permohonan bantuan rumah kepada Pemerintah setempat. Namun hingga kini, Kakek Samidan tak kunjung mendapatkan bantuan rumah yang layak.

Kakek Samidan, sambung Badrudin, tinggal seorang diri karena tidak menikah. Sebelumnya, dia tinggal bersama ibunya yang telah lama meninggal.

"Dari dulu memang tidak ada perhatian dari pemerintah. Harapan saya ada pihak yang mau membantu membangun rumah Kakek Samidan, karena dari desa pernah diusulkan tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” pungkasnya.

Kompas TV Seorang nenek warga Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bertahun-tahun tinggal di sebuah gubuk bekas pos ronda.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.