Kompas.com - 14/12/2017, 08:39 WIB
Sejumlah barang bukti Sabu sabu yang berhasil digagalkan dari aksi penyelundupan kurir narkoba jaringan Internasional melalui bandara Hang Nadim Batam KOMPAS.com/ HADI MAULANASejumlah barang bukti Sabu sabu yang berhasil digagalkan dari aksi penyelundupan kurir narkoba jaringan Internasional melalui bandara Hang Nadim Batam
|
EditorFarid Assifa

BATAM, KOMPAS.com — Fadli (35) dan Yud Fauzi (44) mengaku terpaksa menyelundupkan sabu-sabu 1,708 kilogram karena takut dibunuh orang yang baru dikenalnya di Malaysia.

Dari sana mereka diminta membawakan barang haram ini hingga tiba di Surabaya dengan upah jutaan rupiah.

Tidak diketahui barang haram ini akan diantarkan ke mana. Namun, yang pasti, begitu mereka tiba di Surabaya, akan ada orang yang mengambil barang haram tersebut.

"Keduanya merupakan kurir yang tergabung dalam jaringan internasional. Pengakuan kedua, mereka nekat meyelundupkan narkoba karena diancam dibunuh jaringan di Malaysia," kata General Manager Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Kamis (14/12/2017).

Suwarso mengatakan, keduanya diamankan di lokasi yang berbeda. Fadli diciduk saat hendak melakukan check in, semetara Yud Fauzi ditangkap di ruang tunggu gate 7 maskapai Lion Air tujuan Surabaya.

"Awalnya petugas mengamankan Fadli dan dari pengembangan itu petugas mengamankan Yud Fauzi. Dan dari tangan keduanya, petugas menyita 1,708 kilogram sabu," ungkap Suwarso.

Berbeda dengan modus sebelumnya, kali ini kedua pelaku menyimpan barang haram ini di dalam tas biasa yang disatukan dengan barang bawaan mereka lainnya.

"Bahkan, untuk mengelabui petugas, mereka juga membawa keresek hitam yang diisi sejumlah pakaian dan makanan ringan," kata Suwarso.

Baca juga: Kelabui X-Ray Pelabuhan, Kurir dari Malaysia Bawa Sabu Dalam Bra

Selain sabu, dari tangan korban petugas juga menyita uang tunai Rp 4,1 juta.

"Saat ini keduanya sudah kami serahkan ke Polda Kepri untuk pengembangan selanjutnya," katanya.

Suwarso mengatakan, menjelang akhir tahun ini, penjagaan pintu masuk terus diperketat. Bahkan, petugas keamanan bandara disebar membaur bersama calon penumpang lainnya untuk meminimalisasi terjadinya aksi penyelundupan, baik narkoba maupun barang bawaan terlarang lainnya.

Baca juga: Bisnis Sabu, Oknum Polisi Maros Terancam Dipenjara dan Dipecat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X