Pariwisata Bali Lesu akibat Erupsi Gunung Agung, Pengusaha Surati Presiden

Kompas.com - 13/12/2017, 11:07 WIB
Wisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AWisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali.
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com - Pengusaha pariwisata yang tergabung dalam Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyurati Presiden Joko Widodo. Surat ini dilayangkan untuk menyikapi kondisi pariwisata Bali yang terdampak letusan Gunung Agung.

Ketua PHRI Bali, Tjok Oka Artha Ardana Sukawati saat dihubungi via telepon pada Rabu (13/12/2017) mengatakan, kedatangan wisatawan menurun drastis selama krisis Gunung Agung. Karena itu, perlu diambil langkah tertentu oleh presiden untuk menyelamatkan pariwisata Bali.

"Sebulan ini mengalami masalah dengan kedatangan wisatawan, kami berharap presiden bisa membantu melobi pemerintah negara-negara lain untuk mencabut travel advice," kata pria yang akrab disapa Cok Ace ini.

Melalui surat bernomor 071/PHRI BPD Bali/XII/2017 tersebut, PHRI berharap ada kebijakan pemerintah dalam hal pembayaran utang bagi pengusaha.

Menurut Cok, turunnya kunjungan wisatawan juga berdampak pada kemampuan pengusaha melunasi utang bank. Karena itu, perlu dilakukan reschedule atau penjadwalan ulang pelunasan kredit. Hal ini hanya bisa dilakukan jika ada payung hukum yang diterbitkan pemerintah.

"Teknisnya bagaimana kan pemerintah yang tahu, yang jelas pariwisata mulai kena pengaruh. Apalagi yang di zona bahaya Gunung Agung, usahanya pasti tidak berjalan," kata Cok Ace.

Baca juga : Erupsi Gunung Agung, Pemerintah Gratiskan Perpanjangan Visa Wisatawan

Dengan reschedule pembayaran utang ini diharapkan bisa mencegah dampak buruk yang lebih luas seperti pengurangan atau pemutusan hubugan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Selain kebijakan reschedule utang, PHRI berharap Jokowi berkunjung ke Bali. Mengajak serta duta besar negara-negara asing yang ada di Indonesia. Ini sebagai bentuk kampanye bahwa Bali aman untuk dikunjungi. Nantinya segala bentuk akomodasi akan disiapkan pengusaha pariwisata.

"Seperti saat bom Bali dulu, harus ada langkah bersama lintas instansi," kata Cok Ace.

Baca juga : Erupsi Gunung Agung, Jumlah Penumpang dari Bali ke Banyuwangi Melonjak

Dia menuturkan, kunjungan wisatawan ke Bali turun hingga mencapai 30 - 40 persen. Jika pada kondisi normal tingkat hunian mencapai 60 - 80 persen, kini tingkat hunian hanya berada di kisaran 20 persen.

"Kita berharap ada langkah yang diambil pemerintah dalam bentuk regulasi yang jelas sehingga tidak ada kendala di lapangan," kata Cok Ace.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Regional
Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Regional
Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Regional
Gaya Bermedia Sosial Ganjar Pranowo: Sosialisasi Kebijakan hingga Menerima Kritik Nyinyir

Gaya Bermedia Sosial Ganjar Pranowo: Sosialisasi Kebijakan hingga Menerima Kritik Nyinyir

Regional
Ayah Berulang Kali Perkosa Anak Kandungnya, Terbongkar Setelah Perbuatannya Direkam Tetangga

Ayah Berulang Kali Perkosa Anak Kandungnya, Terbongkar Setelah Perbuatannya Direkam Tetangga

Regional
Sepeda Motor di Bengkel Diambil Paksa Polisi, Kapolres: Kita Tilang...

Sepeda Motor di Bengkel Diambil Paksa Polisi, Kapolres: Kita Tilang...

Regional
Minta Restu Menikah, Seorang Gadis Diperkosa Ayah Kandungnya 6 Kali

Minta Restu Menikah, Seorang Gadis Diperkosa Ayah Kandungnya 6 Kali

Regional
Data Terbaru, 85 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Sukabumi

Data Terbaru, 85 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Sukabumi

Regional
Sopir Taksi Online Ditusuk Penumpang Perempuan, Begini Kronologinya

Sopir Taksi Online Ditusuk Penumpang Perempuan, Begini Kronologinya

Regional
Survei: Machfud Arifin Lebih Populer, Elektabilitas Eri Cahyadi Unggul

Survei: Machfud Arifin Lebih Populer, Elektabilitas Eri Cahyadi Unggul

Regional
Unggah Dukungan ke Salah Satu Paslon, Guru SD di Bantul Dilaporkan ke KASN

Unggah Dukungan ke Salah Satu Paslon, Guru SD di Bantul Dilaporkan ke KASN

Regional
Kasus Corona Mencapai 2.748, Pemkot Batam Sulap Bapelkes Jadi Ruang Karantina

Kasus Corona Mencapai 2.748, Pemkot Batam Sulap Bapelkes Jadi Ruang Karantina

Regional
Kedapatan Bawa Sabu, Anggota Satpol PP Salatiga Ditangkap

Kedapatan Bawa Sabu, Anggota Satpol PP Salatiga Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X