Polisi Ungkap Kasus Temuan Mayat dengan Kaki Terpisah di Stasiun Gunung Putri

Kompas.com - 12/12/2017, 16:14 WIB
Polisi menggelar kasus temuan mayat di Stasiun Gunung Putri yang terjadi beberapa waktu lalu, di Mapolres Bogor, Selasa (12/12/2017). KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi BempahPolisi menggelar kasus temuan mayat di Stasiun Gunung Putri yang terjadi beberapa waktu lalu, di Mapolres Bogor, Selasa (12/12/2017).
|
EditorErwin Hutapea

BOGOR, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Bogor mengungkap kasus temuan mayat tanpa identitas di Stasiun Gunung Putri dengan kondisi luka bekas senjata tajam di bagian kepala serta potongan kaki bagian kiri yang terpisah dari badan beberapa waktu lalu.

Polisi juga membantah informasi yang menyebut bahwa mayat berjenis kelamin laki-laki itu tewas karena dimutilasi.

Kepala Polres Bogor AM Dicky mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menyimpulkan bahwa korban yang diketahui berinisial MA (35) itu tewas dibunuh.

Dicky menyebutkan, berdasarkan pengembangan kasus tersebut, polisi kemudian mengamankan terduga pelaku pembunuhan itu dengan inisial NK (32).

Kepada polisi, NK mengakui perbuatan tersebut. Pelaku, kata Dicky, menghabisi nyawa korban karena terlibat perkelahian dengan korban pada hari kejadian.

"Saat itu, korban dan pelaku sedang minum-minuman keras di Stasiun Gunung Putri. Pelaku dan korban kemudian terlibat perkelahian sehingga korban ditusuk bagian kepalanya dengan obeng yang diambil di sepeda motornya," ucap Dicky di Mapolres Bogor, Selasa (12/12/2017).

Baca juga: Mayat Tanpa Identitas dan Potongan Kaki Ditemukan di Stasiun Gunung Putri

Dicky menjelaskan, setelah korban tewas, pelaku langsung menyeret korban ke pinggir rel kereta untuk menyembunyikannya.

Namun, sambung Dicky, tubuh korban malah tersangkut rel sehingga saat kereta api melintas melindas tubuh korban bagian kiri. Akibatnya, potongan kaki kiri korban terputus dan tercecer lebih kurang 300 meter dari posisi badannya.

"Setelah itu, pelaku mengambil barang korban, seperti sepeda motor dan telepon genggam. Barang-barang curian itu kemudian dijual kepada penadah," kata Dicky.

Polisi, lanjut dia, juga turut mengamankan tiga orang lainnya yang terlibat membantu pelaku atas kasus tersebut. Tiga orang yang ikut diamankan adalah AM (21, ST (27), dan SS (70). Mereka adalah penadah barang curian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X