Kompas.com - 12/12/2017, 15:19 WIB
Perawat mengunakan berjalan usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat (8/12). Menteri Kesehatan Nila Moeloek menetapkan kasus virus Difteri merupakan kasus kejadian luar biasa, sehingga Kemenkes akan menjadwalkan imunisasi vaksin TD (tetanus-difteri) untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri di tiga provinsi diantaranya Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. ANTARA FOTO/Muhammad AdimajaPerawat mengunakan berjalan usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat (8/12). Menteri Kesehatan Nila Moeloek menetapkan kasus virus Difteri merupakan kasus kejadian luar biasa, sehingga Kemenkes akan menjadwalkan imunisasi vaksin TD (tetanus-difteri) untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri di tiga provinsi diantaranya Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.
|
EditorReni Susanti

SALATIGA, KOMPAS.com - Ramainya kasus difteri hingga sejumlah daerah menetapkan kejadian luar biasa (KLB), membuat Pemkot Salatiga waspada.

Pasalnya, jejak infeksi menular yang disebabkan bakteri Corynebacterium ini terakhir ditemukan di Salatiga pada awal 2002.

"Terakhir tahun 2002, kalau sampai sekarang tidak ada," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Siti Zuraidah, Selasa (12/12/2017).

Ia menjelaskan, difteri merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh sebab itu, sekalipun tidak ditemukan kasus difteri, pihaknya mendorong masyarakat yang memiliki bayi untuk imunisasi. Caranya dengan sosialisasi. 

"Misalnya dalam apel tadi, meski tidak ada kasus saya minta untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi bayi," jelasnya.

(Baca juga : Mendagri Instruksikan Daerah Prioritaskan Penanganan Penyakit Difteri )

Sosialisasi difteri dan pencegahannya, sambung Siti, akan terus digalakan. Meskipun ada sedikit kelompok di Kota Salatiga yang anti imunisasi. Namun Siti enggan menjelaskan kelompok tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baginya, yang terpenting terus menerus melakukan sosialisasi. Selain dengan bertatap muka secara langsung, sosialisasi dilakukan melalui siara radio. 

Salah satu yang disosialisasikan adalah imbauan kepada para orangtua untuk memperhaikan kesehatan anaknya. "Jangan lupa banyak makan buah-buahan, sayur-sayuran, dan makanan sehat," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo mengatakan, hingga saat ini di wilayah Kabupaten Semarang belum ditemukan kasus difteri. "Alhamdulillah tidak ada, semoga seterusnya aman," kata Ani.

(Baca juga : Jangan Tolak Imunisasi Difteri, Penyakitnya Lebih Ngeri dari Vaksinnya )

Langkah antisipasi yang dilakukan, dengan meningkatkan cakupan imunisasi. Selain itu, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sanitasi higenis, dan pentingnya imunisasi.

"Untuk kegiatan yang berskala nasional atau regional menunggu kebijakan pemerintah," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X