Pengamat: Gerindra dan PKS Gabung, Pilkada Jabar Bisa Mirip di Jakarta

Kompas.com - 12/12/2017, 12:55 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi mengatakan, rencana Partai Gerindra menarik PKS dan PAN ke dalam koalisi baru yang akan mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai bakal calon gubernur menimbulkan kekhawatiran.

Sebab, bukan tidak mungkin situasi dan kondisi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 terulang di Pilkada Jabar 2018.

Muradi menjelaskan, jika Gerindra, PAN, dan PKS jadi bergabung di Pilkada Jawa Barat 2018, koalisi tersebut kemungkinan besar akan menggunakan pola yang sama seperti di Pilkada DKI Jakarta untuk meraih kemenangan dengan melakukan pendekatan isu keagamaan.

"Ada indikasi ke arah sana (isu SARA)," kata Muradi di Bandung, Selasa (12/12/2017).

Muradi menjelaskan, salah satu indikasi yang menunjukkan Partai Gerindra, PKS da PAN bakal mengedepankan isu tersebut adalah pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi yang ingin mengulang koalisi Pilkada Jakarta 2017 di Pilkada Jawa Barat 2018.

Selain itu, Muradi mengatakan, reuni 212 di Jakarta beberapa waktu lalu menjadi penguat dugaan ke arah itu.

"Kalau isunya agama, susah untuk mengatakan tidak. Bahwa ini (isu SARA) efektif betul," ungkapnya.

Baca juga : Di Pilkada Jawa Barat, PKS Tunggu Gerindra hingga Awal Desember

Muradi berharap, Partai Gerindra Cs tidak menggunakan isu-isu keagamaan. Sebab hal tersebut malah akan merusak kondusivitas masyarakat di Jawa Barat.

Namun, jika isu tersebut dimunculkan, Muradi berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh.

"Gerindra harusnya tidak menggunakan hal-hal seperti itu. Harus sama-sama menjaga kebinekaan," harapnya.

Muradi mengimbau agar para kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang menjadi pesaing koalisi Gerindra, PKS dan PAN melakukan antisipasi untuk bisa menghalau isu-isu keagamaan yang berpotensi dimunculkan dengan mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, di mana salah satunya memiliki kultur keagamaan yang kuat.

Baca juga : Pilkada Jabar, Gerindra Dinilai Terlambat Usung Sudrajat

Sebagai contoh, kata dia, Ridwan Kamil harus memilih calon wakil gubernur yang berasal dari latar belakang ulama mengingat sebagian besar penduduk Jawa Barat adalah muslim.

"Kang Emil harus mencari wakil yang bisa meng-counter isu itu di masyarakat. (Sosok wakil dari kalangan) ulama yang mampu meng-counter itu," tandasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Sehari, Dua PDP di Salatiga Meninggal Dunia

Dalam Sehari, Dua PDP di Salatiga Meninggal Dunia

Regional
Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X