Rusak Lahan Pertanian, Pemerataan Jalan untuk Galian C di Grobogan Dihentikan

Kompas.com - 11/12/2017, 20:45 WIB
Warga menunjukkan aktivitas pemerataan jalan untuk akses galian C di perbukitan Dusun Dologan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (11/12/2017). Pembuatan jalan yang sudah mencapai sekitar 300 meter itu merusak pertanian.? KOMPAS.com/Puthut Dwi PutrantoWarga menunjukkan aktivitas pemerataan jalan untuk akses galian C di perbukitan Dusun Dologan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (11/12/2017). Pembuatan jalan yang sudah mencapai sekitar 300 meter itu merusak pertanian.?

GROBOGAN, KOMPAS.com - Aktivitas pemerataan jalan untuk akses galian C di perbukitan Dusun Dologan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memicu gejolak warga setempat, Senin (11/12/2017). 

Realisasi jalan menuju lokasi penambangan tanah uruk tersebut berselisih paham dengan warga yang mayoritas petani karena ujung-ujungnya merusak lahan pertanian. 

Di samping itu, pengerukan jalan berupa tanah di kawasan hutan milik Perhutani tersebut juga mendapat perlawanan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) akibat diperjualbelikan tanpa sepengetahuan mereka. 

"Asal terabas menggunakan satu unit alat berat hingga merusak pertanian jagung dan pohon jati berusia muda. 500 kilogram jagung milik kami hancur," kata Ahmad Mustofa (45), petani setempat.

Baca juga: Aktivitas Penambangan Galian C Ganggu Pemantauan Gempa Gunung Agung

Berdasarkan pantauan Kompas.com, upaya mewujudkan jalur pintas menuju lokasi galian C yang belum aktif beroperasi itu telah berlangsung sepekan ini. Hingga saat ini, proyek pemadatan jalan sudah mencapai sekitar 300 meter dengan lebar jalan sekitar 6 meter. 

Namun, kali ini tak terlihat aktivitas pekerjaan. Tidak tampak satu pun pekerja, sedangkan satu unit ekskavator juga diparkirkan begitu saja. Hal ini menyusul adanya kemarahan warga yang menghendaki pekerjaan itu dihentikan.

"Lihat saja jalan sejauh ratusan meter dikeruk dengan kedalaman satu meter, padahal untuk menuju lokasi galian C jaraknya sekitar 1,5 kilometer. Ini kan membahayakan, rawan terjadi banjir karena ini perbukitan. Kami pikir cuma dipadatkan dengan alat berat, ternyata juga dikeruk," kata Sunaryo (30), warga Dusun Dologan.

Koordinator LMDH Kecamatan Karangrayung, Suminto Seno dan Edi Santoso, menyampaikan, pihaknya mempertanyakan izin pembuatan akses jalan di kawasan hutan tersebut. Sebab, selama ini pihaknya mengaku tidak pernah ikut dilibatkan.

"Selain merusak lahan pertanian, jalan berupa tanah dikeruk dan dijual. Ini kan jalan milik Perhutani kenapa diperjualbelikan. Kami kan perwakilan Perhutani, menjaga kawasan hutan adalah tugas kami. Banyak truk keluar masuk sebelumnya. Tanah dijual Rp 180.000 per rit," ujarnya.

Aktivitas pemerataan jalan untuk akses galian C di perbukitan Dusun Dologan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memicu gejolak warga setempat, Senin (11/12/2017). KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto Aktivitas pemerataan jalan untuk akses galian C di perbukitan Dusun Dologan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memicu gejolak warga setempat, Senin (11/12/2017). 

Adapun perwakilan pelaku usaha galian C di Dusun Dologan, Yanto, menyebutkan, izin galian C milik atasannya itu telah mengantongi izin final hingga izin operasi produksi di tingkat Pemprov Jateng. Namun, penambangan tanah uruk itu belum bisa terlaksana lantaran pihaknya masih menata akses jalan untuk keluar masuk truk.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Regional
Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Beruang Madu Hendak Seberangi Jalan Raya, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Video Sesama Polisi Diduga Ribut Saat Demo di Jambi, Ini Penjelasan Polda

Regional
Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Menyoal Penggunaan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan, Pemilik Sebut untuk Kenangan Menikah Saat Pandemi

Regional
Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X