Dua Terduga Teroris Dikabarkan Ditangkap di Ogan Ilir Sumatera Selatan

Kompas.com - 11/12/2017, 11:36 WIB
Rumah terduga teroris yang ditangkap di Ogan Ilir. Rumah terduga teroris yang ditangkap di Ogan Ilir.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Densus 88 Mabes Polri dikabarkan menangkap dua terduga teroris di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (10/12/2017).

Dua orang terduga teroris itu masing-masing bernama AK alias Yz, berasal dari Gang Seroja, Dusun 5, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir dan MS asal Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.

Dari informasi diterima, kedua orang tersebut ditangkap tim Densus 88 di bawah pimpinan Iptu Joko dan lima anggotanya. Mereka berperan sebagai pemasok senjata bagi terdakwa teroris berinsial AS yang sudah ditangkap di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan tahun 2016 lalu.

Saat ini, kedua terduga teroris itu dikabarkan sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel.

Sumber Kompas.com di Desa Pulau Semambu, tempat lokasi penangkapan, membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap dua orang terduga teroris di desanya Minggu pukul 04.00 WIB. Bahkan personel Polres Ogan Ilir dipimpin Kapolres AKBP Ahmad Gazali sudah mendatangi lokasi hari ini sekitar pukul 14.00 WIB.

Sumber itu juga tidak menyangka bahwa dua orang yang ditangkap tersebut adalah terduga teroris. Sebab sehari-hari perilakunya tidak mencurigakan dan seperti warga kebanyakan.

“Cuma memang agak sedikit tertutup,” katanya.

Baca juga : Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Surabaya

Ketua RT 09 Dusun 5, Mujiman membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga teroris AK pada Minggu sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, sejumlah polisi datang menggunakan sejumlah kendaraan dan langsung mendobrak pintu rumah tempat AK tinggal besama istri dan keluarga istrinya.

"Saya mendengar suara ribut di luar rumah, saya kira ada pencurian, lalu saya intip dari kaca jendela ternyata banyak orang di jalan depan rumah dan ada yang berpakaian polisi. Ketika saya keluar saya dilarang mendekat, lalu saya didekati polisi dan diajak untuk ke rumah AK untuk menyaksikan proses penangkapan tersebut," katanya

Mujiman menambahkan, usai ditangkap, RK dan MS langsung dibawa oleh polisi menggunakan mobil.

"Sedang keluarga lainnya seperti ibu, kakak perempuan dan istrinya di bawa pada sore harinya," katanya lagi.

Baca juga : Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan Abu Jandal di Malang

Saat ini, keempat orang masing-masing MS, Rini (istri RK), Suryati (mertua RK), dan Kahasanah (kakak ipar RK) sudah dipulangkan ke rumah mereka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X