Kompas.com - 10/12/2017, 23:48 WIB
|
EditorDian Maharani

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh memprediksi banjir akan semakin parah di Provinsi Aceh. Pasalnya, pemerintah kabupaten/kota di Aceh dinilai belum berani mengevaluasi pemberian izin hak guna usaha untuk perkebunan, izin tambang dan lain sebagainya.

“Hasil kajian kita penyebab utama banjir itu karena buruknya tata kelola lahan. Lihatlah banjir dari tahun 2012 sampai sekarang. Kecendrungannya makin parah dari tahun ke tahun. Izin untuk perkebunan, dan tambang itu harus dievaluasi, jika melanggar hentikan,” kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh, M Noer, Minggu (10/12/2017).

Dia menyebutkan, pembangunan yang mengekploitasi lahan perkebunan menjadi penyumbang banjir lainnya di Aceh. Untuk menghentikan banjir itu, tata kelola kehutanan harus dievaluasi menyeluruh.

“Harus dibenahi tata kelola lahan itu. Jangan sampai rakyat banjir terus dan semakin parah dari tahun ke tahun,” katanya.

Baca juga : Hari Ketujuh Banjir, Warga Enam Desa di Aceh Utara Masih Mengungsi

Estimasi kerugian dampak banjir sambung M Noer dari Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun lebih per tahun di Aceh.

“Itu dana untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir di sejumlah kabupaten/kota per tahun. Masak iya, itu uang kita buang terus per tahun, tanpa memperbaiki tata kelola lahannya,” terangnya.

Dia mendesak Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan sejumlah kabupaten/kota berani menghentikan perusahaan yang melanggar perizinan di sektor hutan, tambang dan perkebunan.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir di Aceh Utara menjadi banjir terparah di Aceh dalam tiga tahun terakhir. Sepekan lebih banjir merendam 23 kecamatan dari 27 kecamatan dalam kabupaten itu. Puluhan ribu warga mengungsi.

Baca juga : Menelusuri Penyebab Banjir Selama Sepekan di Aceh Utara

Kompas TV Warga terpaksa mengungsi ke kantor desa dan masjid setempat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.