Bupati Puncak: Terima Kasih kepada Presiden Jokowi yang Selalu Perhatikan Papua

Kompas.com - 10/12/2017, 08:41 WIB
Warga bersama-sama memasuki lapangan Trikora untuk memulai acara adat bakar batu di Lapangan Trikora Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/9/2016). Tradisi bakar batu merupakan salah satu tradisi terpenting di Papua yang berfungsi sebagai tanda rasa syukur, menyambut tamu, atau acara perdamaian setelah perang antar suku. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGWarga bersama-sama memasuki lapangan Trikora untuk memulai acara adat bakar batu di Lapangan Trikora Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/9/2016). Tradisi bakar batu merupakan salah satu tradisi terpenting di Papua yang berfungsi sebagai tanda rasa syukur, menyambut tamu, atau acara perdamaian setelah perang antar suku.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Bupati Puncak Papua Willem Wandik mengapresiasi Presiden Joko Widodo karena Presiden telah mengeluarkan Kabupaten Puncak, Papua, sebagai daerah terisolasi.

"Saya atas nama masyarakat Kabupaten Puncak mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi yang selalu memperhatikan Papua, khususnya untuk infrakstruktur dan transportasi," kata Willem dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/12/2017).

"Saya berharap, Kementerian PUPR dan Kemenhub sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat serius dan mempercepat pembangunan di pegunungan tengah," tambah politisi Partai Demokrat ini.

Wandik mengatakan, Kabupaten Puncak merupakan kabupaten baru yang paling terisolasi dan hanya bisa dijangkau menggunakan transportasi udara. Selama ini, harga barang-barang kebutuhan pokok di wilayah tersebut selangit.

(Baca juga: Bupati Puncak: Pembangunan Jalan Trans-Papua di Sinak Masih Terhenti)

Sebelumnya, harga satu sak semen di Puncak bisa mencapai Rp 2 juta. Sementara bahan bakar minyak per liter dibanderol hingga Rp 60.000. Biaya angkut logistik dan keperluan lainnya mahal karena harus menggunakan pesawat perintis untuk sampai di Kabupaten Puncak.

"Masyarakat Papua saat ini sudah merasakan nawacita Presiden Jokowi, bensin yang tadinya Rp 50.000 per liter jadi Rp 6.500 per liter," ujarnya.

Wandik juga mengapresiasi perkembangan Bandara Amigaru Ilaga yang tadinya sepanjang hanya 600 meter, saat ini sedang dibangun hingga 1.600 meter. Bandara Sinak juga sudah dibangun sepanjang 1.100 meter.

Wandik juga berharap, pada tahun 2018 semua infrastruktur sudah selesai.

"Agar negara hadir dengan adil di hati rakyat Papua, lebih khusus pegunungan tengah Papua," ucap Willem.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
Kisah Pilu Balita Akhmad, Bermain Bola dan Terseret Ombak, Ditemukan Nelayan 5 Hari Kemudian

Kisah Pilu Balita Akhmad, Bermain Bola dan Terseret Ombak, Ditemukan Nelayan 5 Hari Kemudian

Regional
Usut Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Acara Midodareni di Solo, Polisi: Tak Ada Ruang Bagi Kelompok Intoleran

Usut Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Acara Midodareni di Solo, Polisi: Tak Ada Ruang Bagi Kelompok Intoleran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X