Kompas.com - 09/12/2017, 12:21 WIB
Lantaran terseret banjir bah warga Mamuju tengah panik menyelamatkan mobil  mereka yang terseret luapan arus sungai Salubiro Mmauju tengah sulawesi barat, Jumat sore (8/12/2017) kemarin. KOMPAS.ComLantaran terseret banjir bah warga Mamuju tengah panik menyelamatkan mobil mereka yang terseret luapan arus sungai Salubiro Mmauju tengah sulawesi barat, Jumat sore (8/12/2017) kemarin.
|
EditorSabrina Asril

MAMUJU TENGAH,KOMPAS.COM - Banjir bah menerjang tiba-tiba di Sungai Salubiro, Desa Lara, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, Sulawesi barat.

Akibatnya, satu unit mobil yang sedang diparkir di bantaran sungai hanyut terseret arus, Jumat (8/12/2017) sore kemarin. Warga dan pemilik mobil yang panik berusaha menyelamatkan mobil dengan cara manual agar tidak terseret arus lebih jauh.

Warga yang panik berupaya menyelamatkan mobil nahas ini dengan berbagai cara. Dengan menggunakan sejumlah tali nilon, warga bahu-mebahu menarik mobil tersebut mengunakan tali hingga bisa naik ke daratan.

Namun, Derasnya arus banjir membuat warga kesulitan mengevakuasi mobil tersebut. 

Baca juga : Hari Ketujuh Banjir, Warga Enam Desa di Aceh Utara Masih Mengungsi

Banjir juga menerjaan ratusan rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Salubiro. Banjir yang mencapai ketinggian 60 cm mebuat aktivitas warga kembali lumpuh. Sepekan lalu banjir serupa juga menerjang pemukiman warga.

Banjir kedua kalinta dalam sebulan terakhir tak hanya merendam kawasan pemukiman warga, tetapi juga Jalan Trans Sulawesi sepanjang satu kilomter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sabri, salah satu warga setempat menyebutkan, banjir bah kedua kalinya terjadi sejak dua pekan terakhir. Namun, bajir yang masih terjadi hingga hari ini lebih parah.

Baca juga : Menelusuri Penyebab Banjir Selama Sepekan di Aceh Utara

"Ini banjir bah kedua kalinya, pekan lalu banjir juga dab bikin panik warga,” ujar Sabri.

Warga mengaku sejak setahun terakhir banjir di daerah tersebut sering terjadi, terutama saat musim hujan datang.

Warga menduga maraknya pembalakan hutan dan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di sepanjang muara sungai menjadi salah satu pemicu pemukiman mereka kini jadi langganan banjir.

Kompas TV Hujan deras yang disertai angin kencang di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengakibatkan banjir di kawasan Babat Jerawat, Benowo, Surabaya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.