Hadapi Pilkada Jabar, Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu Tunggu Sinyal Gerindra dan PAN

Kompas.com - 07/12/2017, 20:45 WIB
Wali Kota Bekasi yang juga calon gubernur Jawa Barat 2018, Ahmad Syaikhu, saat berkunjung ke Kantor DPD PKS Kota Bogor, Kamis (7/12/2017). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahWali Kota Bekasi yang juga calon gubernur Jawa Barat 2018, Ahmad Syaikhu, saat berkunjung ke Kantor DPD PKS Kota Bogor, Kamis (7/12/2017).
|
EditorErwin Hutapea


BOGOR, KOMPAS.com - Lobi politik terus dilakukan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

Dalam sisa waktu satu bulan sebelum masuk ke tahap pendaftaran pada Januari 2018, pasangan ini masih menggodok partai-partai yang akan diajak untuk berkoalisi memberikan dukungan.

Calon wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, menyebutkan, sampai saat ini dirinya masih menunggu keputusan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra untuk memberikan dukungan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Syaikhu mengatakan, sejauh ini, baru Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah memutuskan mendukungnya untuk mendampingi Demiz, sapaan akrab Deddy Mizwar. Meski begitu, komunikasi politik terus dilakukan terhadap dua partai tersebut.

"Insya Allah komunikasi politik jalan terus. Sekarang ini kan yang sudah pasti memberikan dukungan kepada kami adalah Demokrat dan PKS," ucap Syaikhu saat berkunjung ke kantor DPD PKS Kota Bogor, Kamis (7/12/2017).

Baca juga: Partai Demokrat Sebut Dede Yusuf Jadi Juru Kampanye Demiz-Syaikhu

Syaikhu menambahkan, secara informal, sebenarnya PAN sudah menyatakan tidak keberatan memberikan dukungan. Namun, kata dia, PAN perlu meminta waktu untuk mengomunikasikan dengan semua DPD se-Jawa Barat hingga membuat rekomendasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) partai berlambang matahari itu.

"Termasuk dengan Gerindra juga. Kami upayakan bersama-sama karena memang dari awal Gerindra dan PKS yang mengusung pasangan Demiz-Syaikhu. Namun, karena muncul pertimbangan lain dan ada gonjang-ganjing, mereka (Gerindra) menarik dukungan," ungkap Syaikhu.

Meski begitu, sambungnya, dukungan Demokrat dan PKS pun sebetulnya sudah memadai. Dari hitung-hitungan di atas kertas, jumlah kursi yang dihasilkan dari kedua partai itu mencapai 24 kursi.

Lantas, apa yang menyebabkan Demiz dan Syaikhu tetap menunggu dukungan dari partai yang dinakhodai Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan itu?

"Kami berharap koalisi ini akan semakin kuat. Dengan bergabungnya Gerindra dan PAN, maka jumlah kursi menjadi 37 kursi," tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X