PPP Ancam Tarik Dukungan, Ridwan Kamil Diminta Kumpulkan Partai Koalisi

Kompas.com - 07/12/2017, 09:49 WIB
Kandidat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat diwawancarai wartawan usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Jumat (17/11/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIKandidat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat diwawancarai wartawan usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Jumat (17/11/2017).
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua DPW Partai NasDem Saan Mustopa meminta Ridwan Kamil segera mengumpulkan partai koalisi beserta sejumlah kandidat pendampingnya.

Hal itu dikatakan Saan menyikapi adanya rencana PPP yang mengancam menarik dukungan jika Ridwan Kamil tak segera memutuskan calon wakilnya.

"Sampai hari ini partai koalisi belum ketemu (secara resmi) apalagi bertemu calon. Kendala sulit ketemu mungkin soal kesibukan. Ini soal siapa yang mau berinisiatif. Kita sih berharap Kang Emil berinisiatif ajak partai secara informal, kekeluargaan bertemu dalam suasana santai," ucap Saan kepada Kompas.com, Rabu (6/12/2017).

Saan menilai, pertemuan koalisi harus dilakukan secepatnya. Sebab, saat ini partai koalisi sedang berlomba dengan waktu menuju pendaftaran.

(Baca juga : Beda Pandangan Partai Koalisi soal Konvensi Cawagub Ridwan Kamil )

"Bicara kan tidak harus soal wakil, tapi menyatukan dulu pandangan, sikap politik, komitmen dan rasa itu harus dibangun. Tapi mungkin Kang Emil masih fokus menaikkan elektabilitas dan popularitas," tuturnya.

Disinggung soal ancaman PPP yang akan menarik dukungan, Saan berpendapat, PPP tak melakukan langkah ekstrim. Sebab, dengan mendukung Ridwan Kamil, pada dasarnya partai koalisi punya visi dan pandangan politik yang sama.

"Saya yakin PPP gak terlalu jauh seperti itu mencabut dukungan. Mudah-mudahan gak seperti itu, karena memang proses dukungan ini kan diawali kesamaan visi, komitmen, dan cita-cita politik. Karena diawali dengan hal baik maka soal teknis itu kan harusnya bisa dibicarakan. Tinggal urusan kompromi saja," tuturnya.

Saan menilai, reaksi PPP yang menolak diadakannya konvensi pemilihan calon wakil cukup wajar mengingat pendaftaran hanya menyisakan waktu sebulan lagi.

(Baca juga : Jika Uu Ruzhanul Tak Dipilih Jadi Cawagub, PPP Ancam Tinggalkan Ridwan Kamil )

"PPP wajar meminta untuk segera ditetapkan (calon wakil) karena waktunya mepet. Wajar kalau mendesak, jangan menggantung nasib orang, bahasanya kan gitu. Jadi orang yang sudah direkomendasikan bisa segera diputuskan. Tapi Kang Emil hanya ingin mencari pendamping yang cocok. Ini tinggal didiskusikan saja," tutupnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 ODP Asal Bangladesh Tertahan di Pangkalpinang, 1 Meninggal Dunia

7 ODP Asal Bangladesh Tertahan di Pangkalpinang, 1 Meninggal Dunia

Regional
Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Khusus untuk Pemudik

Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Khusus untuk Pemudik

Regional
Banyak Pasien ODP dan PDP di Manado, Legislator Sulut Minta Rapid Test Dipercepat

Banyak Pasien ODP dan PDP di Manado, Legislator Sulut Minta Rapid Test Dipercepat

Regional
Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Regional
UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

Regional
Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Regional
Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X